Bupati Fauzi Berharap Event Lain Masuk KEN

Amin Bashiri • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 07:10 WIB
KESENIAN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wabup Imam Hasyim menaiki tongtong angin ribut di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10) malam.
KESENIAN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wabup Imam Hasyim menaiki tongtong angin ribut di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10) malam.

SUMENEP, RadarMadura.id – Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026 kembali mengukuhkan Sumenep sebagai salah satu daerah dengan daya tarik wisata budaya unggulan.

Ribuan warga dan wisatawan dari luar daerah memadati perhelatan yang digelar Sabtu (17/10) malam tersebut.

Keberhasilan masuk Karisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun berturut-turut juga menjadi modal bagi Pemkab Sumenep untuk mendorong event daerah lainnya menembus panggung nasional.

Festival yang mengusung tema Sumenep Jaja Radja itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-757 Kabupaten Sumenep.

Kemegahan pertunjukan musik tradisional berpadu dengan prosesi kolosal Arya Wiraraja, menghadirkan kekayaan seni dan budaya sebagai daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berharap keberhasilan Festival Musik Tongtong masuk KEN dapat menjadi pintu bagi event daerah lainnya untuk memperoleh pengakuan serupa.

Sebab, Sumenep memiliki beragam kegiatan seni, budaya, dan pariwisata yang berpotensi dikembangkan menjadi agenda unggulan nasional.

"Kami berharap KEN ini bukan hanya musik tongtong. Kita berharap ada beberapa event lain yang kita miliki masuk dalam KEN. Selama ini kita mengadakan 110 event. Harapan kami, event yang lain bisa masuk KEN tahun 2027," katanya.

Menurutnya, Pemkab Sumenep mengadakan sekitar 110 event karena ingin terus mempromosikan seni dan budaya warisan leluhur daerah.

Kedepan, pemkab berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan agar semakin berkualitas.

Fauzi juga menilai festival tersebut menjadi ruang kolaborasi seni lintas daerah. Hal itu terlihat dari penampilan seniman asal Bali pada pembukaan acara di depan Masjid Jamik Sumenep.

Keterlibatan mereka mengindikasikan bahwa festival budaya dapat menjadi wadah pertukaran seni sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.

"Seni dan budaya itu bisa ditampilkan di mana saja. Termasuk dari Bali pun kami beri ruang untuk tampil di Sumenep," jelasnya.

Bupati Fauzi menambahkan, selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival tersebut juga memperkuat identitas budaya Sumenep di tengah persaingan destinasi wisata.

Kehadiran ribuan penonton diharapkan berdampak terhadap aktivitas pelaku UMKM, pekerja seni, serta sektor pariwisata yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Sekadar diketahui, selain anggota DPD RI Arya Wedakarna, acara tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Kementerian Pariwisata RI, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH Imam Hasyim beserta istri, pimpinan dan anggota DPRD Sumenep, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). (tif/yan)

Editor : Amin Bashiri
KEN tongtong sumenep