SKK Migas–KEI Dukung Peningkatan Hasil Tangkap Nelayan Kepulauan Sapeken lewat Program Mandala

Amin Bashiri • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:13 WIB
DUKUNG NELAYAN: Penyaluran bantuan sampan fiber Program Mandala PPM 2026 SKK Migas–KEI untuk nelayan Kepulauan Sapeken, Sumenep.
DUKUNG NELAYAN: Penyaluran bantuan sampan fiber Program Mandala PPM 2026 SKK Migas–KEI untuk nelayan Kepulauan Sapeken, Sumenep. 

SUMENEP, RadarMadura.id – SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) mendukung peningkatan pendapatan hasil tangkap nelayan di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebagai wilayah operasi produksi.

Dukungan itu disalurkan melalui Program Mandala (Mandiri untuk Perikanan Tangkap dan Budidaya), bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan hasil tangkap nelayan di sekitar wilayah operasi produksi SKK Migas-KEI di Pagerungan Besar.

Dukungan yang disalurkan berupa 22 unit sampan fiber untuk nelayan di Desa Sadulang, serta mesin tempel untuk sampan bagi 84 nelayan Desa Sabuntan, 52 unit untuk Nelayan Desa Pagerungan Kecil, 37 unit untuk Nelayan Desa Paliat, dan 4 unit dan sarana alat tangkap untuk nelayan Desa Sapeken.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sadulang Busatmil Arifin mengatakan, bantuan 22 unit sampan fiber diperuntukkan bagi nelayan kurang mampu.

Program Mandala telah memberi dampak bagi warga yang bekerja sebagai nelayan.

Bustamil menjelaskan, dengan dukungan ini, dapat menambah pendapatan nelayan. Karena itu, ia meminta supaya sampan yang diterima dirawat dengan baik.

”Kita sudah mendapatkan banyak dampak dengan dukungan nelayan dari SKK Migas-KEI ini, karena sebelumnya juga telah direalisaikan program untuk nelayan. Saya minta sampan dirawat dengan baik, dan kita harap bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Salah seorang nelayan asal Pulau Salarangan, Desa Sadulang, Faisal mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.

Dia merasa diperhatikan, dan bantuan itu membantu kelancaran pekerjaannya melaut.

”Sampan fiber ini bisa bertahan lebih lama daripada sampan kayu yang biasa kamu pakai,” ungkapnya.

PEDULI: Penyaluran bantuan mesin tempel Program Mandala PPM 2026 SKK Migas–KEI untuk nelayan Kepulauan Sapeken, Sumenep.
PEDULI: Penyaluran bantuan mesin tempel Program Mandala PPM 2026 SKK Migas–KEI untuk nelayan Kepulauan Sapeken, Sumenep. 

Kepala Desa Pagerungan Kecil Halilurahman juga berpesan agar mesin tempel yang diterima nelayan tidak disalahgunakan.

Dia meminta masyarakat menjaga dukungan berupa mesin itu dengan baik, agar sesuai tujuan pengusulannya, yakni memberi manfaat bagi nelayan.

Halilurahman juga mengajak warga mendukung aktivitas SKK Migas-KEI agar pekerjaannya berhasil, sehingga masyarakat terus menjadi bagian dari penerima manfaat seperti saat ini.

”Dengan realisasi program ini, maka menjadi penting untuk selalu kita dukung peningkatan usaha SKK Migas-KEI di wilayah kita, karena kalau mereka berhasil, maka kita juga akan mendapatkan dampaknya,” tuturnya.

Camat Sapeken Hamka, atas nama pemerintah kecamatan, menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas-KEI yang telah merealisasikan program tersebut.

Dia bersyukur dengan kehadiran program PPM ini, karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat wilayah Kecamatan Sapeken.

”Saya ikut secara langsung merealisasikan, sehingga saya ngecek agar program ini juga tepat di hadapan masyarakat selaku penerima manfaat,” kata Hamka.

Pihaknya menyampaikan, bahwa amanah program PPM ini harus tetap dipantau oleh pemerintah desa (Pemdes) sehingga keberlanjutan dapat terlihat dan dirasakan masyarakat, dengan begitu pula kehadiran KEI dapat dirasakan masyarakat.

”Kemarin saya sudah sampaikan ke para Pemdes agar sarana dukungan untuk nelayan ini harus dipantau, agar bermanfaat dan berkelanjutan, supaya mereka juga paham bahwa program ini bentuk kolaborasi Pemkab Sumenep dengan SKK Migas-KEI, untuk membantu nelayan,” tukas camat Sapeken.

Manager Public & Goverment Affair (PGA) Kangean Energy Indonesia (KEI) Kampoi Naibaho mengatakan, keberadaan nelayan merupakan bagian mitra strategis di wilayah operasi produksi.

Karena itu, pihaknya akan hadir memberikan dukungan peningkatan kemandirian nelayan.

Kampoi menilai, kehadiran Program Mandala menjadi pintu untuk berpartisipasi membuka harapan baru di tengah masyarakat nelayan di Kepulauan Sapeken.

”Program Mandala ini kami upayakan untuk tetap optimistis mendukung peningkatan pendapatan nelayan. Untuk itu, kolaborasi ini tetap berjalan dan saling mendukung,” tukasnya. (*/luq)

Editor : Amin Bashiri
sampan fiber kei skk migas jabanusa