TMI Al-Amien Bawa Pulang Tujuh Penghargaan dari IRJ Championship

Hera Marylia • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:44 WIB
MEMBANGGAKAN: Kontigen Silat Sinar Cimande Al-Amien Prenduan Sumenep menunjukkan medali yang diterima saat mengikuti IRJ 24 Championship Internasional di Kota Malang. (ASRARIL ARIFIN UNTUK JPRM)
MEMBANGGAKAN: Kontigen Silat Sinar Cimande Al-Amien Prenduan Sumenep menunjukkan medali yang diterima saat mengikuti IRJ 24 Championship Internasional di Kota Malang. (ASRARIL ARIFIN UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Perjuangan Kontingen Silat Sinar Cimande Al-Amien Prenduan Sumenep saat berkompetisi dalam kejuaraan International Referee Jury (IRJ) 24 Championship 2026 perlu diapresiasi.

Sebab mereka berhasil membawa pulang empat medali emas dan tiga perunggu. Penghargaan tersebut ditoreh dari berbagai kategori.

Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 25–27 September 2026 di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mengirim sejumlah pesilat terbaiknya untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

Tujuh penghargaan yang diraih terdiri atas empat medali emas dan tiga medali perunggu.

Medali emas disumbangkan Nizam Nurfalah di kelas F tanding pra-remaja, Radif Ali di kelas D tanding remaja, Rayhan Firmansyah di kelas B tanding pra-remaja, serta Asraril Arifin pada kategori guru pengabdian.

Sementara itu, tiga medali perunggu diraih Syadad Haidar Eibad dan Azril Sohibul Anwar pada kategori seni tunggal, serta Wildan Hidayatullah pada kelas G tanding pra-remaja.

Official Silat Sinar Cimande Al-Amien Prenduan, Asraril Arifin, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil positif bagi para pesilat.

Menurut dia, proses pertandingan memberikan banyak pengalaman bagi atlet, baik dari sisi teknis maupun mental.

“Bagi kami, event ini menjadi batu loncatan untuk meningkatkan semangat dan kemampuan atlet agar ke depan bisa meraih lebih banyak medali emas,” katanya.

Dia menambahkan, kejuaraan tersebut tidak semata-mata tentang mengejar kemenangan.

Ilustrasi tabel grafis dibantu AI.
Ilustrasi tabel grafis dibantu AI.

Para atlet juga mendapatkan pelajaran mengenai mental, disiplin, persaudaraan, serta memperluas silaturahmi dengan pesilat dari berbagai daerah.

“Semoga event seperti ini bisa digelar rutin setiap tahun. Selain untuk melestarikan budaya pencak silat, juga menjadi wadah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tetap memiliki akhlak baik,” ujar Asraril.

Sementara itu Pengasuh PP Al-Amien Prenduan KH Dr. Ahmad Fauzi Tidjani MA mengapresiasi perjuangan para pesilat yang telah membawa nama lembaga di tingkat nasional.

Menurut dia, prestasi tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan bertanding, tetapi juga pembentukan karakter santri.

“Prestasi ini patut disyukuri dan diapresiasi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar dari setiap proses pertandingan. Kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus berlatih, sementara kekalahan harus menjadi bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Pengasuh PP Al-Amien Prenduan KH Dr. Ghozi Mubarok Idris MA juga menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Dia juga berharap para atlet tidak cepat puas dan menjadikan setiap kejuaraan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat karakter.

“Jangan berhenti pada prestasi hari ini. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Kami berharap lahir lebih banyak pesilat Al-Amien yang berprestasi, sportif, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah,” tukasnya. (iqb/han)

Editor : Hera Marylia
tujuh penghargaan Silat Sinar Cimande pondok pesantren al-amien prenduan pencak silat silat