PASONGSONGAN, RadarMadura.id – Kekeringan di wilayah Sumenep diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2026. Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mengajukan bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Pengajuan bantuan dilakukan Pemkab Sumenep melalui BPBD pada pertengahan September lalu. Bantuan tersebut diharapkan bisa menopang kebutuhan warga terdampak setelah dukungan dari biaya tak terduga (BTT) berakhir pada 15 Oktober 2026.
Kepala BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan, bantuan dari Pemprov Jatim akan dialokasikan untuk wilayah daratan dan kepulauan. Sumenep menjadi salah satu dari 25 daerah di Jawa Timur yang mengajukan bantuan penanganan kekeringan.
”Bantuan air bersih itu akan disalurkan ke wilayah daratan dan kepulauan yang terdampak kekeringan,” katanya.
Menurutnya, selama ini distribusi air bersih masih mengandalkan anggaran BTT. Namun, penggunaan anggaran tersebut terbatas selama masa penanganan 45 hari. Diperkirakan bantuan tersebut akan berakhir pada Kamis (15/10).
”BTT itu direncanakan 45 hari. Harapannya, setelah 15 Oktober ada bantuan penanganan kekeringan dari Pemprov Jatim,” ujarnya.
Kamil menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut dikhawatirkan memperluas wilayah terdampak kekeringan di Sumenep.
”Dari perkiraan itu, bisa jadi desa yang berstatus kering langka akan naik menjadi kering kritis. Makanya, kami ajukan bantuan ke Pemprov,” jelasnya.
Menurutnya, penyaluran air bersih masih dilakukan ke sejumlah wilayah. Selain Kecamatan Gayam dan Nonggunong, kebutuhan air bersih juga didistribusikan di Kecamatan Kangayan, Raas, dan Giligenting.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Jatim terkait realisasi bantuan. Kamil menyebut, bantuan air bersih dari provinsi dijadwalkan turun dalam waktu dekat. Distribusi akan mencakup daratan dan kepulauan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan setiap wilayah.
”Daratan dan kepulauan pasti kita alokasikan, tapi pasti ada yang kami prioritaskan,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Bashiri