Pemkab Sumenep Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi

Amin Bashiri • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:35 WIB
BERWIRAUSAHA: Wabup Sumenep Imam Hasyim saat memantau langsung pelatihan Wirausaha Santri 2026 di Ponpes Ar-Ruhama, Karduluk, Selasa (6/10).
BERWIRAUSAHA: Wabup Sumenep Imam Hasyim saat memantau langsung pelatihan Wirausaha Santri 2026 di Ponpes Ar-Ruhama, Karduluk, Selasa (6/10).

SUMENEP, RadarMadura.id – Santri tak hanya dituntut menguasai ilmu agama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendorong santri dan alumni pondok pesantren (ponpes) ikut menjadi penggerak ekonomi melalui penguatan keterampilan kewirausahaan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Wirausaha Santri 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep. Program itu menyasar santri, santriwati, serta alumni ponpes agar memiliki bekal praktis untuk membangun usaha secara mandiri.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Imam Hasyim mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak wirausaha muda yang kreatif dan mandiri. Santri juga didorong mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.

"Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak wirausaha muda yang mandiri, kreatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital," katanya.

Menurutnya, program itu tidak hanya sebatas pelatihan. Santri diharapkan mampu melihat potensi di lingkungan sekitar dan mengubahnya menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.

"Santri perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenali potensi yang ada di lingkungan sekitar, kemudian mengolahnya menjadi usaha," ucapnya.

Pemkab Sumenep ingin santri tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus dari pesantren. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menciptakan usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Ketika usaha santri berkembang, peluang terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar juga semakin besar," tegasnya.

Dia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong santri dan alumni pesantren agar mampu mengelola potensi lokal serta memanfaatkan teknologi digital. Dengan begitu, keberadaan mereka tidak hanya memberi manfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga pesantren dan masyarakat.

"Kami berkomitmen tidak hanya membangun usahanya, tetapi juga mental dan kemandirian santri," tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Bashiri
alumni ponpes Program Wirausaha Santri 2026 pemkab sumenep