SUMENEP, RadarMadura.id – Verifikasi dan validasi (verval) terhadap 55 calon penerima hibah kelembagaan dikebut. Dinsos P3A Sumenep mempercepat proses verval agar bantuan bisa direalisasikan sebelum tutup tahun anggaran.
Puluhan calon penerima hibah masuk dalam tambahan kuota dengan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. Tambahan tersebut diajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026. Dengan tambahan ini, total penerima hibah kelembagaan tahun ini menjadi 207 lembaga dengan anggaran total sekitar Rp 10,27 miliar.
Hibah tersebut menyasar lembaga sosial dan keagamaan seperti masjid, musala, yayasan, organisasi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Besaran bantuan bervariasi sesuai proposal dan kebutuhan lembaga, mulai Rp 10 juta hingga Rp 250 juta.
Kepala Dinsos P3A Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, proses verval terhadap 55 calon penerima mulai dilakukan. Pihaknya tidak ingin tambahan anggaran yang telah ditetapkan melalui PAK justru tidak terealisasi karena terkendala proses administrasi.
”Sekarang kami percepat vervalnya karena sudah masuk triwulan keempat. Waktunya semakin terbatas,” katanya.
Menurut Rahman, verval dilakukan untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan sebelum bantuan dicairkan. Kelengkapan administrasi dan kesesuaian data diperiksa dengan teliti.
”Yang kami verifikasi bukan hanya kelengkapan administrasinya. Kami juga memastikan data dan lembaganya sesuai dengan proposal yang diajukan,” ujarnya.
Dia menegaskan, percepatan bukan berarti mengurangi ketelitian dalam proses pemeriksaan. Dinsos P3A akan memastikan setiap calon penerima memenuhi ketentuan sebelum ditetapkan sebagai penerima hibah.
”Prinsipnya, kami ingin cepat tetapi tetap sesuai prosedur. Jangan sampai karena mengejar waktu, proses verifikasinya justru tidak maksimal,” tegasnya.
Rahman berharap seluruh tahapan segera dituntaskan sehingga lembaga yang dinyatakan memenuhi persyaratan bisa masuk proses berikutnya. ”Kami upayakan secepat mungkin. Harapannya, prosesnya selesai dan realisasinya tidak sampai melewati tutup anggaran,” harapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin meminta percepatan verval tetap diimbangi dengan ketelitian. Dia juga mengingatkan agar tidak ada keterlambatan administrasi sehingga membuat lembaga yang telah memenuhi persyaratan kehilangan kesempatan menerima bantuan.
”Vervalnya harus cepat, tetapi tetap teliti. Jangan sampai prosesnya lambat sehingga realisasi hibah ikut terlambat,” pintanya. (iqb/bil)
Editor : Amin Bashiri