Tongtong Sumenep Bakal Tampil di Parade MotoGP, Lombok

Amin Bashiri • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:25 WIB
MERIAH: Grup Tongtong Angin Ribut saat tampil di Festival Tongtong Sumenep, di Jalan Urip Sumoharjo, Pabian, Sumenep.
MERIAH: Grup Tongtong Angin Ribut saat tampil di Festival Tongtong Sumenep, di Jalan Urip Sumoharjo, Pabian, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id –Kesenian tradisional Tongtong Sumenep yang diwakili Angin Ribut mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian Rider’s Parade MotoGP 2026 di Kota Mataram, Lombok, Rabu (7/10).

Kesempatan tersebut menjadi momentum bagi Sumenep untuk membawa kesenian tradisional Madura ke panggung internasional. 

Grup Tongtong Angin Ribut akan tampil dalam parade yang mengambil rute dari Hotel Santika Mataram menuju Teras Udayana.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Faruk Hanafi menyambut positif kesempatan tersebut.

Menurut dia, tampilnya Tongtong Sumenep dalam agenda berskala internasional menjadi kebanggaan sekaligus ruang promosi budaya daerah.

”Ini menjadi kebanggaan bagi Sumenep. Seni tradisi kita tidak hanya hidup di tengah masyarakat, tetapi juga bisa tampil di panggung yang lebih luas dan membawa nama Sumenep,” katanya.

Dia menilai, kehadiran Tongtong Angin Ribut dapat menunjukkan bahwa seni tradisi Sumenep tetap memiliki daya tarik di tengah event berskala internasional.

Karakter musik tongtong yang energik dan atraktif diharapkan mampu menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan parade MotoGP.

Faruk menegaskan, penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni. Momentum itu menjadi kesempatan untuk mengenalkan identitas dan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat dari berbagai daerah yang hadir di Mataram.

”Budaya adalah identitas. Ketika seni tradisi kita tampil di luar daerah, yang dibawa bukan hanya pertunjukan, tetapi juga nama dan identitas Sumenep,” tegasnya.

Dia berharap kesempatan tersebut membuka lebih banyak ruang bagi kesenian tradisional Sumenep untuk tampil di panggung nasional hingga internasional.

Dengan begitu, seni budaya daerah tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

”Kami berharap momentum ini dapat memperluas promosi budaya Sumenep,” harapnya. 

Pembina Tongtong Angin Ribut M. Ismail Huda menyampaikan, kesempatan tampil dalam rangkaian MotoGP Mandalika menjadi nilai tambah bagi perkembangan musik tongtong Sumenep.

Sebab, kesenian lokal tersebut berpeluang menjangkau penonton dari berbagai negara sekaligus membawa nama Sumenep ke panggung internasional.

”Ini bisa dikatakan sudah go internasional, itu poin plusnya dan tentu ini akan berdampak besar bagi Sumenep,” terangnya.

Dia berharap, Pemkab Sumenep terus memberikan perhatian terhadap pelestarian musik tongtong, termasuk memperluas promosi hingga ke tingkat internasional.

Terlebih, musik tongtong Sumenep telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

”Kami berharap kelestarian kesenian itu terus dijaga dan promosinya ditingkatkan, sehingga lebih dikenal luas,” harapnya. (tif/bil)

Editor : Amin Bashiri
Rider’s Parade MotoGP 2026 tongtong angin ribut