SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep telah melakukan langkah antisipasi terhadap influenza A sejak sekitar satu setengah bulan lalu.
Kewaspadaan itu dengan meminta semua fasilitas kesehatan memperkuat kesiapsiagaan, terutama karena penularan virus tersebut dinilai cepat dan banyak menyerang anak-anak.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, informasi mengenai influenza A telah diterima Pemkab jauh sebelum menjadi perhatian luas masyarakat.
”Kami sudah mendengar, setengah bulan yang lalu bahwa ada virus namanya influenza A,” terangnya.
Dijelaskan, menindaklanjuti informasi itu, Pemkab Sumenep meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) untuk memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas. Menurutnya, hal itu sudah disampaikan setengah bulan lalu.
"Kami sudah minta dinkes P2KB agar merapatkan barisan, khususnya pada semua rumah sakit yang ada di Sumenep," jelasnya.
Kesiapsiagaan itu tidak hanya melibatkan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Rumah sakit lainnya serta jajaran puskesmas juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan penyebaran influenza A. Dia menyebut penularan influenza A berlangsung cepat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak-anak disebut menjadi kelompok yang banyak mengalami infeksi. ”Virus ini perpindahannya cepat,” ucapnya.
Karena itu, masyarakat diminta mengurangi kontak dengan anggota keluarga yang sedang sakit. Langkah tersebut untuk dapat mencegah penularan, terutama kepada saudara di dalam satu rumah. "Salah satunya adalah mengurangi interaksi, agar tidak nular,” ujarnya.
Selain membatasi interaksi, kebersihan lingkungan dan diri juga menjadi perhatian. Fauzi meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih seperti saat menghadapi pandemi Covid-19. Pihaknya juga mendorong pemenuhan gizi anak.
Edukasi mengenai asupan gizi telah disampaikan kepada orang tua melalui sekolah.
”Dan dari awal kita sudah sampaikan, gizi anak-anak itu disampaikan kepada orang tua melalui sekolah-sekolah,” terangnya.
Untuk warga yang terinfeksi, fasilitas pelayanan kesehatan telah disiapkan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
”Memang sudah kita siapkan semuanya, dari puskesmas dan RSUD, alhamdulillah sampai saat ini bisa teratasi semua,” tandasnya. (tif/han)
Editor : Amin Bashiri