SUMENEP, RadarMadura.id – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman di Sumenep mulai diperluas ke ruang digital.
Pemkab Sumenep mendorong penguatan literasi, keamanan, dan etika digital bagi warga sekolah sebagai bagian dari penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Kepala Diskominfo Sumenep Indra Wahyudi mengatakan, sekolah menghadapi tantangan baru seiring semakin dekatnya penggunaan teknologi dan media sosial dengan aktivitas pendidikan.
Karena itu, peserta didik tidak hanya perlu mendapatkan pembelajaran yang aman, tetapi juga dibekali kemampuan menggunakan teknologi secara bijak.
"Itu penting karena sekarang aktivitas pendidikan dengan penggunaan teknologi dan media sosial semakin dekat," katanya.
Menurut dia, pendampingan akan diarahkan pada edukasi keamanan digital, literasi digital, hingga etika berkomunikasi melalui media sosial. Materi yang diberikan mencakup berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu lingkungan pendidikan.
Diantaranya, hoaks, perundungan siber atau cyberbullying, konten negatif, penipuan daring, hingga kejahatan siber.
"Ini penting agar warga sekolah memiliki pemahaman dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab," ucap Indra.
Dia menambahkan, pendidikan mengenai etika digital juga tidak kalah penting. Peserta didik perlu memahami bahwa komunikasi melalui WhatsApp maupun media sosial tetap harus mengedepankan etika dan tanggung jawab.
"Jangan sampai kemudahan berkomunikasi di media sosial justru menimbulkan persoalan. Karena itu, kesadaran dan etika digital perlu terus dibangun sejak di lingkungan sekolah," tukasnya.
Penguatan tersebut sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi tersebut menempatkan literasi digital untuk menangkal informasi bohong, konten negatif, ancaman kekerasan, dan kejahatan siber sebagai bagian dari keadaban serta keamanan digital di sekolah.
"Sekolah tidak hanya harus aman secara fisik, tetapi juga aman di ruang digital. Karena itu, edukasi, literasi, dan etika digital harus menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah yang benar-benar aman dan nyaman," imbuh Indra. (iqb/han)
Editor : Amin Bashiri