KALIANGET, RadarMadura.id – Delapan mobil pikap pengangkut barang tujuan Raas gagal berangkat meski sudah mengantongi tiket pada Minggu (27/9). Kejadian tersebut menunjukkan bahwa tiket yang sudah dibeli tidak menjamin kendaraan bisa ikut berlayar karena kapasitas kapal kerap dinyatakan penuh.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Raas, Pauzi. Menurut dia, persoalan itu menunjukkan koordinasi antarpetugas kapal milik PT DDU lemah. Menurutnya, kapasitas kapal semestinya dapat dipetakan sebelum tiket penyeberangan dijual kepada calon penumpang.
”Seharusnya sudah bisa dipetakan berapa kapasitas kendaraan yang akan diangkut. Dengan begitu, tiket yang dijual bisa disesuaikan dengan kapasitas kapal,” ujarnya.
Pauzi menilai, ketidaksesuaian antara jumlah tiket yang terjual dan kapasitas angkut kapal berpotensi merugikan masyarakat. Terlebih, kendaraan yang gagal berangkat harus kembali menunggu jadwal pelayaran berikutnya.
”Jangan sampai masyarakat sudah membeli tiket, tetapi ketika hendak berangkat justru tidak bisa ikut karena kapal penuh. Ini yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Manajer Cabang PT DDU Pelabuhan Kalianget Maman Surahman mengakui bahwa dalam kondisi tertentu ada kendaraan yang tidak bisa diangkut meskipun telah memiliki tiket. Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor di lapangan yang harus merombak angkutan kapal.
”Memang terkadang ada kendaraan yang tidak bisa dibawa. Banyak faktor. Misalnya tiba-tiba ada kendaraan dinas yang harus dibawa atau bantuan pemerintah yang harus diantar ke kepulauan,” jelasnya.
Maman menambahkan, kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian terhadap muatan kapal. Konsekuensinya, kendaraan lain yang sebelumnya telah memiliki tiket tidak bisa diangkut karena kapasitas kapal sudah penuh.
”Kondisi di lapangan memang tidak bisa diprediksi. Kalau ada kendaraan dinas atau bantuan dari pemerintah yang harus diangkut, tentu harus disesuaikan dengan kapasitas kapal,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Bashiri