Sumenep Bidik Jadi Pusat Agroindustri Kelautan Inklusif

Amin Bashiri • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:16 WIB
VISIONER: Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli (kiri depan) memimpin FGD Penyusunan Naskah Akademik Raperda RPIK Sumenep, Selasa (29/9).
VISIONER: Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli (kiri depan) memimpin FGD Penyusunan Naskah Akademik Raperda RPIK Sumenep, Selasa (29/9).

 

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep tancap gas menyiapkan masa depan industri. Dinas Koperasi UKM Perindag menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Sumenep kemarin (29/9).

Acara dibuka oleh Sekkab Sumenep yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan Hizbul Wathan. Hadir sebagai pemateri kunci yakni Ketua Pusat Kajian Ekonomi Pembangunan dan Kerakyatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Dwi Budi Santoso, serta peserta dari OPD terkait.

Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli mengatakan, RPIK adalah dokumen perencanaan resmi yang akan menjadi kompas pembangunan industri Sumenep 20 tahun ke depan, 2026–2046.

Sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), Indonesia Menjadi Negara Industri Tangguh dan RPIP Jatim, Jawa Timur sebagai Leading Smart Industrial Province, Sumenep mengusung visi Sumenep sebagai Pusat Agroindustri Kelautan yang Inklusif.

Visi itu ditopang tiga misi utama. Yakni, meningkatkan pendapatan per kapita yang inklusif, meningkatkan pertumbuhan sektor industri berbasis pertanian dan kelautan, serta mewujudkan pembangunan industri berwawasan lingkungan atau industri hijau.

Industri unggulan yang akan digenjot meliputi pengolahan daging dan susu, hasil laut, barang galian bukan logam, kayu dan anyaman, pengolahan tembakau, logam dan kerajinan logam, makanan dan minuman, tekstil, hingga furnitur.

”Dengan RPIK ini, kita ingin pembangunan industri sinkron dengan RPJPD, RPJMD, dan RTRW. Tidak asal bangun, tapi tertata, ramah lingkungan, dan menyerap tenaga kerja lokal,” jelas Ramli. (*/luq/bil)

Editor : Amin Bashiri
Agroindustri Kelautan Inklusif fgd Diskop UKM dan Perindag