Nelayan Dungkek Belum Terima Ganti Rugi

Amin Bashiri • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 06:56 WIB
GELONDONGAN: Masyarakat pesisir Desa Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Sumenep, tetap beraktivitas di laut.
GELONDONGAN: Masyarakat pesisir Desa Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Sumenep, tetap beraktivitas di laut.

 

DUNGKEK, RadarMadura.id – Ratusan kayu gelondongan yang terdampar di pesisir Kecamatan Dungkek belum dievakuasi. Sebanyak 400 batang kayu, lebih sepekan berserakan di pesisir Desa Bicabbi, Romben Guna, dan Dungkek. Perahu nelayan yang rusak akibat kayu gelondongan tersebut juga belum ada ganti rugi.

Warga Desa Bicabbi Madsudi menyebut tim tenaga kerja bongkar muat (TKBM) sebelumnya telah bertemu dengan masyarakat dan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Meski begitu, rencana evakuasi belum juga dilakukan.

”Sampai sekarang belum bisa dilakukan,” katanya. Informasi yang diterimanya, nelayan setempat bakal dilibatkan dalam proses pemindahan kayu, terutama yang sulit dijangkau alat berat. Menurutnya, pelibatan itu direncanakan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Berkaitan dengan kerugian akibat kerusakan perahu, warga telah melakukan pendataan dan membentuk forum. Data tersebut diserahkan kepada pemilik kayu untuk mendapatkan Ganti rugi. ”Tapi masih belum (dierahkan) sampai sekarang," ucapnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Dungkek Bambang Edi Hendarto membenarkan bahwa hingga Senin (28/9), seluruh kayu tersebut masih berada di sepanjang pantai. Menurut dia, kondisi gelombang dan angin yang belum stabil menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pemindahan. ”Kalau dipaksakan akan membahayakan armada yang melakukan evakuasi,” ungkapnya.

Dia mengutarakan, posisi kayu yang sudah kandas di pesisir menyulitkan proses pengangkatan. Ukurannya yang besar membuat kayu tidak mudah ditarik kembali ke tengah laut menggunakan peralatan yang tersedia.

Menurutnya, proses evakuasi menunggu air laut pasang agar kayu-kayu tersebut kembali mengapung. ”Sehingga material dapat ditarik ke titik yang memungkinkan untuk diangkat menggunakan tongkang,” tuturnya.

Diketahui, ratusan kayu gelondongan tersebut mulai terdampar di pesisir Kecamatan Dungkek pada Sabtu (19/9). Kayu itu merupakan muatan TK Lintas Samudera XXIII yang ditarik TB Yamdena 03 dalam pelayaran dari Kalimantan Timur menuju Probolinggo.

Kayu-kayu tersebut mulai terbawa gelombang sekitar pukul 18.00. Hingga pukul 22.00, material terus berdatangan dan memenuhi sejumlah titik pantai. Diameter kayu mencapai sekitar tiga meter dengan panjang hingga 12 meter. (tif/bil)

Editor : Amin Bashiri
kayu gelondongan TKBM dungkek