SUMENEP, RadarMadura.id – Tahun ini Pemkab Sumenep mengalokasikan anggaran Rp 35.728.728.749 untuk pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan. Anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah pekerjaan prioritas.
Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan tersebut mendapat apresiasi DPRD Sumenep. Sebab, akses jalan yang akan diperbaiki menunjang aktivitas sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di antaranya rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, rekonstruksi Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Anggota DPRD Sumenep Wahyudi menilai, pembangunan sejumlah jalan poros di Pulau Kangean mendapat respons positif karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
”Kami mengapresiasi pembangunan sebagian jalan poros di Pulau Kangean yang mendapat respons positif dari masyarakat,” ujarnya.
Wahyudi menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi di kepulauan. Pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat.
”Ini berdampak langsung terhadap aktivitas serta perekonomian masyarakat kepulauan,” tegas anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) 8 itu.
Dia juga mengapresiasi konsistensi bupati Sumenep dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kepulauan.
DPRD, kata dia, turut mengawal kebutuhan tersebut melalui fungsi penganggaran dan pengawasan.
”Kami tidak hanya menyampaikan aspirasi masyarakat. Kebutuhan pembangunan juga kami kawal melalui pembahasan APBD dan pengawasan terhadap pelaksanaan serta kualitas pekerjaan di lapangan,” tegasnya.
Wahyudi berharap perhatian terhadap pembangunan infrastruktur kepulauan terus ditingkatkan.
Dia menyebut anggaran untuk pembangunan jalan di wilayah kepulauan pada 2027 diharapkan lebih besar.
”Insyaallah, pada 2027 anggaran yang turun ke kepulauan untuk infrastruktur jalan akan lebih besar,” pungkasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Bashiri