SUMENEP, RadarMadura.id – Bagi sebagian orang, penghasilan dari bertani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, bagi Moh. Kholid, aktivitas di lahan itu justru mendatangkan kepuasan batin sekaligus menambah penghasilan.
Di tengah anggapan bahwa bertani bukan profesi bergengsi, warga Desa/Kecamatan Rubaru itu memilih menikmati aktivitas tersebut. Dia menjadikan lahan pertanian sebagai ruang untuk menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan potensi diri.
Ketertarikan Kholid terhadap dunia pertanian tidak tumbuh sejak kecil. Dia mengenal aktivitas tersebut setelah berumah tangga. Dia bercerita, sejak berkeluarga pada 2016, dia kerap menemani mertuanya bertani.
Pengalaman tersebut perlahan membuatnya kian tertarik untuk menekuni sektor pertanian lebih serius. “Hingga akhirnya, pada 2021, saya memutuskan untuk mengelola lahan secara mandiri,” katanya.
Lahan yang digarapnya tidak luas, hanya sekitar seperempat hektare. Dari lahan tersebut dia mencoba menanam berbagai komoditas, mulai dari bawang merah, tomat, hingga cabai.
“Saya mengerjakan hampir seluruh proses perawatan hingga penyiraman seorang diri,” ucapnya.
Bagi Khalid, aktivitas tersebut bukan sekadar rutinitas dalam mencari penghasilan. Bertani telah menjadi bagian dari kegemarannya, kesibukannya di lahan justru membuatnya semakin tertarik mempelajari berbagai hal mengenai budi daya tanaman.
Hobi itu kemudian membuahkan prestasi. Kholid berhasil meraih juara pertama kategori video petani muda tingkat Jawa Timur dalam kegiatan yang digelar oleh Bayer Indonesia. Video yang diikutsertakan dalam perlombaan tersebut menampilkan aktivitasnya dalam mengelola lahan. Dia mengabadikan kesehariannya saat mengelola tanaman dan menjalankan berbagai pekerjaan di lahan pertaniannya. “Video yang saya ikutkan itu tentang aktivitas saya ketika bertani,” ucapnya.
Menurut dia, kompetisi tersebut diikuti berbagai peserta dari berbagai daerah. Tidak hanya bersaing di tingkat lokal, peserta lomba berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan orang.
“Yang ikut lomba itu se-Indonesia, ratusan orang yang ikut. Alhamdulillah, saya menjadi juara satu untuk kategori video petani muda,” ucapnya.
Prestasi tersebut membuat Kholid semakin aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pertanian. Dia juga mendapat kesempatan untuk terus terlibat dalam kegiatan yang digelar penyelenggara, termasuk pelatihan dan kegiatan yang mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.
Kholid berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menjadikan pertanian sebagai pilihan kegiatan maupun sumber penghidupan. Menurut dia, anggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan kelas dua perlu diluruskan.
“Pertanian ini bukan hal yang pantas disepelekan atau dianggap sebagai profesi rendahan. Meski penghasilannya tidak menentu, insyaallah hasilnya berkah,” tegasnya.
Saat ini, Kholid masih aktif mengembangkan lahannya dengan menanam tomat, timun, dan cabai. Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan yang dilakukan ketika tidak ada pilihan lain.
Aktivitas tersebut telah menjadi hobi yang terus dia tekuni sejak mulai bertani secara mandiri pada 2021. “Kalau sedang untung, nilainya bisa lebih besar dari gaji UMR. Sangat menjanjikan, dengan catatan paham pola mainnya, paham ilmunya, dan paham ritme tanamnya,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri