SUMENEP, RadarMadura.id – Nasib Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep kian memprihatinkan.
Jika semula melayani tiga rute penerbangan, kini hanya tersisa dua jalur yang beroperasi. Bahkan, jumlah penumpangnya jarang penuh.
Dua rute tersebut, yakni Sumenep–Pagerungan dan Sumenep–Bawean pulang pergi (PP). Sementara itu, sejak Januari 2025, rute Sumenep–Jember sudah dihapus.
Penghapusan rute Sumenep–Jember tidak lepas dari minimnya animo penumpang. Sejak dibuka, tingkat keterisian penumpang rute tersebut masih berada di bawah 50 persen.
Wahyu selaku Humas Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Trunojoyo Sumenep membenarkan bahwa saat ini hanya dua rute penerbangan yang tersedia.
"Jumlah penumpang untuk dua rute tersebut juga tidak selalu penuh meski yang tersedia hanya 12 kursi," katanya.
Menurut dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk menjaga keberlangsungan layanan penerbangan di Bandara Trunojoyo.
Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara dari Sumenep.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan para pihak terkait penerbangan. Itu upaya kami agar rute penerbangan di Sumenep diminati," ujar Wahyu. (iqb/yan)
Editor : Amin Bashiri