Rute Bawean Masih Sepi Penumpang, Kapasitas Pesawat 11–12 Orang, Rata-rata Terisi Separo

Hera Marylia • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:33 WIB
WAJIB LAPOR: Keberadaan Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep di Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Rabu (23/9). (MOH. IQBAL/JPRM)
WAJIB LAPOR: Keberadaan Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep di Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Rabu (23/9). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Minat masyarakat menggunakan penerbangan perintis rute Sumenep–Bawean masih rendah.

Tingkat keterisian pesawat Susi Air yang melayani rute tersebut rata-rata hanya separo dari kapasitas yang tersedia.

Humas Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Trunojoyo Sumenep Wahyu mengatakan, pesawat Susi Air yang digunakan untuk penerbangan perintis memiliki kapasitas sekitar 11–12 penumpang.

Namun, jumlah penumpang menuju Bawean rata-rata hanya sekitar setengah kapasitas tersebut.

Baca Juga: Kecipratan Anggaran Tiket Pesawat Puluhan Juta, Kepala BKPSDM Berdalih untuk Pengadaan ASN

”Kalau ke Bawean memang penumpangnya sedikit. Rata-rata hanya separo dari kapasitas pesawat,” katanya.

Kondisi tersebut berbeda dengan rute Sumenep–Pagerungan. Tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut relatif tinggi.

Bahkan, penerbangan menuju Pagerungan disebut hampir selalu penuh.

”Untuk Pagerungan hampir selalu penuh. Kalau Bawean memang lebih sedikit, tetapi tetap ada penumpangnya,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang penerbangan perintis selama Agustus 2026 mencapai 134 orang untuk keberangkatan dan 149 orang kedatangan.

Jumlah tersebut berasal dari layanan penerbangan perintis yang saat ini melayani rute Pagerungan dan Bawean.

Penerbangan perintis tersebut berlangsung tiga hari dalam sepekan, yakni Selasa, Rabu, dan Kamis.

Pada Selasa, penerbangan melayani rute Bawean–Sumenep, Sumenep–Pagerungan, dan Pagerungan–Sumenep.

Baca Juga: Resep Sayur Krecek Rahasia Kuah Santan Meresap dan Krecek Pedas yang Jadi Lauk Favorit Keluarga

Kemudian Rabu melayani rute Sumenep–Pagerungan dan Pagerungan–Sumenep.

Sementara Kamis, penerbangan melayani rute Sumenep–Pagerungan, Pagerungan–Sumenep, serta Sumenep–Bawean.

Wahyu menyampaikan, penerbangan tanpa penumpang memang pernah terjadi. Namun, kondisi tersebut sangat jarang.

Hingga awal September 2026, setiap rute penerbangan perintis masih memiliki penumpang meski jumlahnya fluktuatif.

”Pernah terbang tanpa penumpang, tapi saya lupa rute mana,” ucapnya.

Untuk meningkatkan keterisian pada rute yang masih sepi, Bandara Trunojoyo terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lalu lintas angkutan udara.

Selain itu, informasi mengenai jadwal penerbangan rutin disebarluaskan melalui media sosial resmi Bandara Trunojoyo.

Langkah tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan penerbangan perintis, khususnya bagi pengguna transportasi udara di Madura.

”Kami terus menyampaikan informasi dan jadwal penerbangan melalui media sosial resmi bandara. Harapannya, masyarakat mengetahui layanan yang tersedia dan bisa memanfaatkannya,” imbuh Wahyu. (iqb/han)

Editor : Hera Marylia
rute Bawean sedikit penerbangan perintis penumpang pesawat susi air