Swasembada Pangan Dikebut, Luas Tanam Capai 12.836 Hektare

Amin Bashiri • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:29 WIB
OPTIMIS: DKPP Sumenep saat mendeklarasikan Program PM-AAS di Kecamatan Dungkek, Sumenep.
OPTIMIS: DKPP Sumenep saat mendeklarasikan Program PM-AAS di Kecamatan Dungkek, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menggenjot program swasembada pangan. Hingga September 2026, realisasi luas tanam mencapai 12.836 hektare.

Capaian tersebut masih harus dikejar untuk memenuhi target 40.548,28 hektare.

Penguatan program dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep.

Berbagai langkah disiapkan untuk mendorong peningkatan luas tanam sekaligus produktivitas pertanian di Kota Keris.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada petani di sejumlah wilayah yang menjadi cakupan program swasembada pangan.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

"Upaya penguatan terus kami lakukan, salah satunya melalui sosialisasi ke sejumlah wilayah yang menjadi cakupan program swasembada pangan," terangnya.

Selain sosialisasi, DKPP Sumenep mengembangkan sejumlah program pendukung.

Salah satunya demfarm PM-AAS yang diproyeksikan sebagai percontohan budi daya padi dengan penerapan pertanian modern.

Menurut Chainur, program swasembada pangan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Karena itu, petani perlu terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil tanam.

Dia optimistis, penguatan budi daya dan pendampingan kepada petani dapat membantu Sumenep mencapai target swasembada pangan.

Peningkatan produksi juga diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan petani.

"Petani harus terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil tanamnya. Dengan produksi pangan yang lebih baik, tentunya daerah akan mampu mencapai target swasembada pangan," tegasnya.

Chainur menambahkan, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya berpengaruh terhadap sektor pertanian daerah.

Peningkatan produksi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Harapannya, dengan upaya maksimal semua akan memenuhi sesuai target tanam yang ditentukan tanpa ada kendala," harapnya. (tif/han)

Editor : Amin Bashiri
pemkab sumenep dkpp sumenep swasembada pangan