SUMENEP, RadarMadura.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari daerah asal. Manfaat tersebut dirasakan RA Nadia Triyana Serli (23), peserta JKN asal Sumenep yang saat itu sedang menjalani perkuliahan di salah satu universitas di Surabaya.
Nadia menceritakan, saat itu ia mengalami sakit gigi yang tidak kunjung membaik hingga mengganggu aktivitas perkuliahannya. Kondisi tersebut membuatnya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Waktu itu saya benar-benar tidak bisa fokus kuliah karena gigi saya sangat sakit. Karena kondisinya tak kunjung membaik, saya pergi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujar Nadia saat ditemui di kediamannya pada Jumat (11/9).
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan gigi berlubang dengan kondisi yang cukup serius. Nadia kemudian mendapatkan rujukan ke rumah sakit untuk menjalani tindakan Perawatan Saluran Akar (PSA).
“Dokter di puskesmas menyampaikan bahwa gigi saya harus dirawat saluran akarnya. Untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut, saya langsung diberi surat rujukan ke rumah sakit di Surabaya,” kata Nadia.
Baca Juga: KDKMP Jadi Pusat Distribusi Barang Subsidi
Setibanya di rumah sakit rujukan, Nadia kembali menjalani pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter spesialis gigi. Untuk memastikan kondisi giginya pulih dan tidak kembali mengalami keluhan, Nadia diminta mengonsumsi obat serta menjalani kontrol rutin hingga sembilan kali pertemuan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis gigi di rumah sakit, saya diberikan obat serta harus kontrol rutin sampai sembilan kali untuk pembersihan saluran akar. Setelah menjalani krontrol rutin, saluran akar pada saya bisa dibersihkan dan dapat ditambal permanen hingga tidak terasa sakit lagi,” kata Nadia.
Pengalaman mendapatkan layanan kesehatan di kota perantauan membuat Nadia merasa tenang dan bersyukur. Kepesertaan JKN yang terdaftar di daerah asalnya tetap dapat digunakan untuk memperoleh pelayanan kesehatan di Surabaya tanpa kendala.
Seluruh tindakan medis yang dijalani Nadia, mulai dari pemeriksaan di puskesmas hingga mendapatkan rujukan dan menjalani kontrol rutin di rumah sakit, dijamin Program JKN. Ia pun tidak perlu mengeluarkan biaya untuk rangkaian pelayanan tersebut.
“Perawatan PSA ini setau saua biayanya terkenal mahal, tapi untungnya semua gratis dijamin oleh Program JKN, dari awal saya periksa ke puskemas lalu dirujuk ke rumah sakit serta kontrol rutin sampai gigi saya ditambal dan tidak sakit lagi. Saya berharap BPJS Kesehatan bisa terus ada selamanya karena sangat membantu sekali terutama buat masyarakat yang kurang mampu,” tutup Nadia. (*/dry)
Editor : Hendriyanto