MTsN 1 Sumenep Kembangkan Madrasah Digital 

Amin Bashiri • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:00 WIB
TRANSFORMASI DIGITAL: Pelaksanaan rapat koordinasi pengembangan sistem digitalisasi di MTsN 1 Sumenep. (Dokumen MTsN 1 Sumenep)
TRANSFORMASI DIGITAL: Pelaksanaan rapat koordinasi pengembangan sistem digitalisasi di MTsN 1 Sumenep

SUMENEP, RadarMadura.id – Transformasi digital terus digenjot MTsN 1 Sumenep. Madrasah negeri di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, itu kini mengembangkan ekosistem Madrasah Digital. 

Madrasah Digital ini tidak hanya menyasar administrasi, tetapi juga pembelajaran dan sistem komunikasi dengan wali murid secara realtime. 

Kepala MTsN 1 Sumenep Akh. Mufris mengatakan, pengembangan madrasah digital ini adalah jawaban atas kebutuhan pendidikan yang makin dinamis. 

Tujuannya bukan sekadar memindahkan layanan dari manual ke digital, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang terhubung antara madrasah, guru, murid, dan orang tua. 

”Selama ini komunikasi madrasah dengan orang tua masih mengandalkan pertemuan atau grup-grup pesan yang terpisah. Dengan ekosistem digital ini, orang tua bisa memantau aktivitas pendidikan putra-putrinya secara lebih cepat dan realtime, dari rumah,” ujar Mufris. 

Salah satu pilar utamanya adalah Kelas Digital. Konsep ini mengubah ruang kelas tidak lagi sekadar tempat guru menyampaikan materi. 

Kelas menjadi ruang interaktif yang menghubungkan guru, murid, materi, aktivitas, dan berbagai sumber belajar digital. Proses belajar lebih terdokumentasi dan variatif. 

Salah satu akses yang dikembangkan dalam ekosistem tersebut adalah CORE Mobile MTsN 1 Sumenep. 

Aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu menghubungkan informasi dan layanan pendidikan antara madrasah dengan orang tua murid. 

CORE Mobile MTsN 1 Sumenep dapat diunduh melalui Google Play Store. Orang tua dan siswa cukup membuka Play Store, kemudian mengetik kata kunci ”CORE Mobile MTsN 1 Sumenep” pada kolom pencarian untuk menemukan dan mengunduh aplikasinya. 

Mufris menegaskan, digitalisasi bukan untuk menggantikan peran guru. Teknologi diposisikan sebagai instrumen pendukung agar guru lebih adaptif mengajar Generasi Z dan Alpha. 

”Guru tetap menjadi pusatnya. Teknologi membantu guru menciptakan pembelajaran yang relevan, efektif, dan sesuai karakter anak zaman sekarang,” jelasnya. 

MTsN 1 Sumenep akan terus memperkuat infrastruktur digital tersebut. Mulai dari manajemen pembelajaran, presensi, hingga pelaporan perkembangan siswa akan terintegrasi dalam satu sistem.

”Semangat kami bukan hanya menjadi madrasah yang menggunakan teknologi, tapi membangun cara kerja baru yang lebih adaptif, transparan, dan terhubung dari kelas hingga ke rumah murid,” pungkas Mufris. (*/luq)  

Editor : Amin Bashiri
MTsN 1 Sumenep Madrasah digital