Proyek Pembangunan Gedung SRT di Sumenep Ditargetkan Dimulai Desember

Amin Bashiri • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:37 WIB
TURUNG LANGSUNG: Tim dari Kementerian Sosial RI saat meninjau langsung lahan baru SRT di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu (9/8).
TURUNG LANGSUNG: Tim dari Kementerian Sosial RI saat meninjau langsung lahan baru SRT di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu (9/8).

 

SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sumenep ditargetkan mulai dikerjakan pada Desember mendatang. Lokasi SRT konon terletak di lahan bekas sports center di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, lahan tersebut dinilai lebih representatif dibandingkan lokasi sebelumnya yang terletak di Desa Patean, Kecamatan Batuan. "Dua-duanya berstatus aset Pemkab Sumenep," katanya.

Sebelumnya, Pemkab Sumenep menyiapkan lahan seluas sekitar 9,8 hektare di Desa Patean, Kecamatan Batuan. Namun, di lokasi tersebut terkendala akses jalan yang lebarnya hanya sekitar 2,5 meter. "Sementara pemerintah pusat membutuhkan akses minimal 6 meter untuk mobilisasi alat berat," katanya.

Menurut dia, pelebaran akses jalan di Desa Patean berpotensi berdampak ke lahan milik rakyat. Solusinya, harus dilakukan pembebasan lahan dan hal itu membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan lahan di bekas sports center.

"Daripada membebaskan lahan dan membutuhkan waktu yang lama, maka saya menghadap ke Bupati bersama Kepala DPUTR untuk mengusulkan di bekas sports center itu," terangnya.

Dijelaskan, selain akses, lokasi yang baru memiliki keunggulan karena dekat dengan jalan nasional. Dengan demikian, gedung SRT nanti akan berada di kawasan strategis. "Jadi, dari jalan nasional, gedung sekolah tersebut sudah kelihatan," ucapnya.

Dia mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung diperkirakan mencapai Rp 250 miliar dan ditanggung pemerintah pusat. Menurutnya, proses tender ditargetkan berlangsung November dan pengerjaannya pada Desember. "Rekanan pelaksananya yang pasti dari BUMN, kontraktor besar lah," ungkapnya.

Ditambahkan, gedung SRT akan dibangun dengan tiga hingga empat lantai. Pemkab Sumenep juga mengusulkan agar desain bangunan mengadopsi langgam khas Sumenep agar tetap memiliki karakter lokal.

"Pemkab juga memberikan masukan terkait penataan fasilitas, terutama jarak antara asrama murid dan guru. Penataan tersebut dinilai penting guna mendukung pengawasan serta aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah. Jangan sampai asrama anak dengan gurunya terlalu jauh," tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Bashiri
Pembangunan Gedung SRT sumenep