GAPURA, RadarMadura.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep mengawal upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah pesisir dan kepulauan. Salah satunya dengan mendampingi Kementerian PPN/Bappenas memetakan potensi sekaligus persoalan sektor pangan di Sumenep.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 3–4 September 2026. Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto memimpin pendampingan Tim Bappenas dalam kunjungan lapangan yang menjadi bagian dari pemetaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K).
Dalam kunjungan tersebut, sektor pertanian menjadi salah satu perhatian. Tim melihat langsung aktivitas pertanian dan berdialog dengan kelompok tani di Desa Braji. Kondisi tersebut menjadi bahan untuk melihat potensi sekaligus kebutuhan pengembangan pangan di tingkat masyarakat.
Tidak hanya produksi pertanian, sistem penyuluhan pertanian di Kecamatan Gapura juga ditinjau. Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Batang-Batang turut menjadi bagian dari agenda untuk melihat potensi penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, bappeda ingin memastikan berbagai potensi dan persoalan di lapangan dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan. Karena itu, pemetaan bersama bappenas penting untuk mendapatkan gambaran secara langsung mengenai kondisi sektor pangan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.
"Berbagai sektor, utamanya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, akan terus kami maksimalkan penerapannya di lapangan," katanya.
Menurut dia, hasil kunjungan tersebut diharapkan menjadi bahan dalam merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan WP3K. "Kami akan mengawal hasil pemetaan agar dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat, termasuk dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat," imbuh Arif. (iqb/yan)
Editor : Amin Bashiri