SUMENEP, RadarMadura.id – Polisi belum berhasil mengungkap penyebab kebakaran sekitar 29 motor di Kawasan Gunung Eteng, Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, pada Kamis (20/8) sekitar pukul 18.00. Polisi berdalih masih melakukan penyelidikan.
Peristiwa tersebut merupakan kejadian pertama yang menghanguskan kendaraan masyarakat dalam jumlah banyak di wilayah tersebut.
Humas Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) Salman Alfarisi meminta pihak kepolisian segera mempercepat proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran puluhan kendaraan tersebut.
Menurutnya, banyak spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat atas peristiwa tersebut.
”Kami berharap penyelidikan segera selesai, supaya penyebabnya jelas dan tidak ada spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat,” pintanya.
Terpisah, Kasihumas Polresta Sumenep Ipda Ach. Putrawardana menjelaskan, Polsek Kangayan hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran puluhan kendaraan tersebut.
Menurutnya, proses penyelidikan dilakukan bersama dengan Unit
Identifikasi Satreskrim Polresta Sumenep.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan dua pemilik kendaraan yang terbakar.
”Masih belum diketahui penyebabnya, masih proses penyelidikan Polsek Kangayan dibantu oleh Tim Inafis Polresta Sumenep,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Ardan itu menuturkan, penyelidikan belum menghasilkan kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti di lokasi kejadian.
”Untuk sementara belum bisa disimpulkan penyebab kejadian kebakaran itu,” ucapnya.
Ardan menambahkan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara.
Di antaranya, satu unit sepeda motor Honda Verza dan satu unit Honda Beat Street yang terbakar.
Kedua kendaraan itu diamankan guna mendukung proses penyelidikan.
”Kami juga masih mendalami keterangan para saksi dan para pemilik kendaraan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum kebakaran terjadi,” terangnya. (tif/bil)
Editor : Hera Marylia