SUMENEP, RadarMadura.id – Kasus kebakaran di Kabupaten Sumenep terbilang tinggi.
Dari Januari hingga awal September 2026, Damkar Satpol PP Sumenep menangani 142 kasus kebakaran lahan dan bangunan.
Kepala BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan, kasus kebakaran yang ditangani institusinya tidak hanya disebabkan oleh faktor alam.
Kelalaian manusia juga menjadi salah satu pemicu utama terjadinya insiden kebakaran.
"Kadang ada yang iseng membakar lahan milik sendiri, tapi malah merambat ke lahan milik orang lain," katanya.
Dijelaskan, potensi terjadinya kebakaran saat musim kemarau sangat besar. Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar dan sulit dikendalikan.
Oleh karena itu, warga diimbau lebih berhati-hati ketika membakar sesuatu di lahan terbuka.
"Warga kadang sering berpikir praktis, agar cepat bersih, lalu membakar sampah atau dedaunan," ulasnya.
Ditambahkan, BPBD Sumenep belum memiliki pos di setiap kecamatan. Meski begitu, personel tetap disiagakan 24 jam guna membantu penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Kami selalu siaga dengan menerapkan piket bergiliran untuk membantu damkar satpol PP jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran," imbuhnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kabid Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sumenep Sugianto menyatakan, pihaknya hanya memiliki enam armada pemadam.
Dua unit di antaranya sudah rusak total. Sehingga, yang masih bisa dioperasikan hanya empat armada, itu pun tidak maksimal.
"Per tangki kapasitasnya 4.000 liter. Kami terakhir kali melakukan pengadaan pada 2022," ucapnya.
Dari ratusan kasus kebakaran tersebut, kata Sugianto, paling sering terjadi di Kecamatan Saronggi, Bluto, dan Kalianget.
Di sisi lain, empat armada yang masih beroperasi difokuskan untuk menangani kasus kebakaran di wilayah daratan.
"Untuk di daratan, empat armada itu sebenarnya cukup, meskipun ada kebakaran di dua lokasi. Sebab, kami bekerja sama dengan Danyon TP 931 Ksatria Jokotole di Sumenep," terangnya.
Sementara untuk wilayah kepulauan, institusinya belum dapat melakukan penanganan secara langsung.
"Meski begitu, warga setempat cukup sigap dan kompak saat mengetahui ada kebakaran. Mereka menangani sendiri," pungkasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri