BATUAN, RadarMadura.id – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumenep terus bertambah. Hingga Agustus 2026, tercatat ada 1.970 kasus. Karena itu, masyarakat Kota Keris diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Ahmad Syamsuri mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran panyakit ISPA. Sebab, hingga Agustus 2026, tercatat 1.970 kasus.
Angka tersebut sudah mendekati total kasus sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 2.844 kasus. Bahkan, jumlah kasus tahun ini berpotensi bertambah. ”Makanya saya minta kita waspada terhadap ISPA ini,” katanya.
Syamsuri menyampaikan, ISPA dapat menyerang semua kelompok usia. Mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia. Apabila tidak ditangani dengan maksimal, penyakit tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
”Kami akan berusaha untuk menangani kasus ini dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, ISPA umumnya disebabkan oleh virus maupun bakteri. Jika gejala ringan, penderita biasanya dapat pulih dalam tiga hingga sepuluh hari dengan catatan daya tahan tubuhnya baik.
Namun, ISPA yang disebabkan bakteri dapat berkembang lebih berbahaya. Gejalanya bisa disertai demam sehingga membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan. ”Jadi, pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab penyakit,” ungkap Syamsuri.
Dia mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Termasuk menggunakan masker saat berada di tempat ramai. ”Kalau gejalanya semakin berat, seperti demam dan sesak napas, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Bashiri