Tiga Pasar Tradisional di Kabupaten Sumenep Akan Direhabilitasi melalui P-APBD

Amin Bashiri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:55 WIB
PUSAT EKONOMI: Masyarakat tengah beraktivitas di Pasar Anom Baru Sumenep, Selasa (26/8).
PUSAT EKONOMI: Masyarakat tengah beraktivitas di Pasar Anom Baru Sumenep, Selasa (26/8).

SUMENEP, RadarMadura.id – Tiga pasar tradisional di Kabupaten Sumenep akan direhabilitasi melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Ketiga pasar tersebut, yakni Pasar Lenteng, Pasar Dasuk, dan Pasar Pragaan.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Idham Halil mengatakan, rehabilitasi tiga pasar tersebut telah masuk dalam rencana kegiatan pada P-APBD 2026. "Di perubahan APBD ada tiga pasar, yakni rehabilitasi Pasar Lenteng, Pasar Dasuk, dan Pasar Pragaan," ucapnya.

Dia menjelaskan, proses rehabilitasi tiga pasar tersebut kini masih dalam tahap perencanaan. "Sekarang masih perencanaan, setelah selesai nanti baru pelaksanaan," ulasnya.

Idham menambahkan, sebelumnya melalui APBD Murni 2026, DKUPP Sumenep telah merehabilitasi enam pasar. Kegiatannya meliputi paving di Pasar Anom, rehabilitasi kantor dan MCK Pasar Rubaru, serta rehabilitasi bangunan Pasar Manding dan Pasar Pabrik. Selain itu, terdapat rehabilitasi di Pasar Gapura dan Pasar Kayu.

"Yang dikerjakan melalui APBD Murni ada enam pasar," imbuhnya.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta rehabilitasi pasar dilakukan secara merata dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Menurutnya, kondisi infrastruktur pasar berkaitan langsung dengan kenyamanan pedagang dan masyarakat.

Dia juga meminta DKUPP memastikan pekerjaan yang telah dianggarkan benar-benar terealisasi sesuai perencanaan. "Jangan sampai anggaran sudah disiapkan, tetapi pelaksanaannya tidak maksimal. Rehabilitasi harus berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya benar-benar dirasakan pedagang," tegasnya.

Juhari berharap pemkab tidak hanya mengandalkan APBD untuk membenahi seluruh pasar. Sebab, jumlah pasar di Sumenep cukup banyak sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Pemerintah harus mencari alternatif pembiayaan lainnya. Jangan sampai pasar yang kondisinya membutuhkan perbaikan harus menunggu terlalu lama karena keterbatasan anggaran," pintanya. (tif/yan)

Editor : Amin Bashiri
rehabilitasi pasar tradisional APBD