SUMENEP, RadarMadura.id – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Sumenep menjadi perhatian Pemkab Sumenep.
Pemerintah daerah memastikan pasokan BBM subsidi diupayakan mencukupi hingga akhir 2026.
Sebab, kuota di tahun ini mencapai 44.851 kiloliter (KL) untuk solar dan 70.924 KL untuk Pertalite.
Meski demikian, Pemkab Sumenep kini terus melakukan koordinasi terkait kemungkinan penambahan kuota BBM subsidi tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, terutama solar dan Pertalite.
Sebab, permintaan BBM subsidi terus meningkat pasca harga 0BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga.
Staf Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Andre mengatakan, kuota BBM subsidi yang tersedia pada 2026 cukup besar.
Untuk solar, kuota yang ditetapkan mencapai 44.851 KL. Sedangkan Pertalite sebesar 70.924 KL.
Namun, sebagian kuota tersebut telah terserap hingga pertengahan tahun. Berdasarkan data hingga Juni 2026, realisasi penyaluran solar mencapai 20.733 KL. S
ementara Pertalite sudah mencapai 35.749 KL. "Untuk update terbarunya belum kita kroscek," katanya.
Andre mengaku, pemerintah daerah mulai mengambil langkah antisipasi agar ketersediaan BBM subsidi tetap aman hingga penghujung tahun. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait mulai dilakukan.
Utamanya berkenaan dengan penambahan kuota apabila dirasa kurang mencukupi jatah untuk Sumenep.
"Sekarang kita mau koordinasi agar kuotanya ditambah. Itu agar ketersediaan hingga akhir tahun lebih aman," ucapnya.
Menurut dia, ketersediaan BBM subsidi perlu dijaga agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Terlebih, BBM subsidi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha dan pengguna kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pemkab Sumenep berharap koordinasi tersebut dapat menghasilkan kebijakan yang mampu menjaga pasokan BBM subsidi tetap stabil.
"Kita menjamin kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun dapat terpenuhi," imbuh Andre. (iqb/yan)
Editor : Amin Bashiri