SUMENEP, RadarMadura.id – Stabilitas sosial dan keamanan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga ketenteraman masyarakat sekaligus memastikan penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Karena itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep mendorong penguatan layanan Si-Lapor 112.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, penguatan stabilitas masyarakat menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah.
Pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan kondisi sosial tetap aman dan kondusif.
Menurut dia, upaya menjaga ketenteraman masyarakat dilakukan melalui sejumlah langkah.
Di antaranya memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), meningkatkan sinergi forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dengan perangkat daerah, serta mengoptimalkan layanan darurat terpadu.
"Stabilitas dan ketenteraman masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah," katanya.
Salah satu program yang disiapkan adalah penguatan kembali layanan Si-Lapor 112.
Layanan tersebut diproyeksikan menjadi sistem respons cepat ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat maupun gangguan ketertiban.
Dengan penguatan layanan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah ketika membutuhkan penanganan dalam situasi darurat.
"Aduan yang masuk nantinya dapat dikoordinasikan dengan perangkat daerah atau instansi terkait sesuai jenis kejadian,” ucap Arif.
Arif menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar penanganan kondisi darurat tidak berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
"Optimalisasi layanan darurat terpadu ini diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah terhadap berbagai kondisi yang membutuhkan penanganan segera," pungkasnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia