Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Layanan dan Perlindungan di Madura

Hendriyanto • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:40 WIB
MELAYANI: Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Sudarso (dua dari kiri) berfoto bersama jajaran dan penerima manfaat di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sumenep.
MELAYANI: Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Sudarso (dua dari kiri) berfoto bersama jajaran dan penerima manfaat di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum BPJS Ketenagakerjaan memperkuat pelayanan dan kedekatan dengan peserta.

Di Madura, kegiatan dilakukan melalui pelayanan langsung, kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta menemui ahli waris penerima manfaat di Pamekasan dan Sumenep.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Sudarso turun langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di Kantor Cabang Pamekasan, dia melayani dan berdialog dengan peserta sebelum mengunjungi RS Slamet Martodirjo sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

”Hari ini, seluruh jajaran, baik direksi maupun Dewan Pengawas turun langsung memberikan pelayanan kepada peserta. Ini merupakan bagian dari tekad dan semangat kami untuk memberikan layanan terbaik,” kata Sudarso.

Selain memastikan layanan bagi peserta yang menjalani perawatan akibat kecelakaan kerja, Sudarso juga menemui ahli waris peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Baca Juga: Serentak di Seluruh Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Kembali Berdaya melalui PEKA

Kegiatan serupa dilanjutkan di Sumenep dengan memberikan pelayanan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dan menemui ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM).

”Ketika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, benefit yang diperoleh adalah perlindungan. Hari ini kami memberikan manfaat termasuk klaim JHT, dan memberikan hak jaminan Kematian kepada ahli waris peserta yang telah meninggal dunia,” jelasnya.

Di Sumenep, Sudarso juga mengunjungi Rumah Sakit Islam Garam Kalianget sebagai PLKK. Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi agar peserta yang menjalani perawatan memperoleh pelayanan sesuai dengan hak perlindungannya.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan implementasi semangat 3M BPJS Ketenagakerjaan, yakni Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan. Perlindungan tidak berhenti ketika manfaat diberikan, tetapi diharapkan mampu membantu peserta dan keluarga melanjutkan kehidupan.

Semangat pemberdayaan juga diwujudkan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program tersebut ditampilkan melalui pameran dan pemasaran produk usaha penerima manfaat di Kantor Cabang Sumenep.

BPJS Ketenagakerjaan memberikan pendampingan dan pelatihan agar manfaat yang diterima dapat dikembangkan menjadi modal usaha.

”Harapannya, manfaat yang diperoleh tidak habis untuk konsumsi, tetapi dapat dipergunakan sebagai modal untuk kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga: Siswa Baru SRT 49 Sumenep Minim

Dia menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Value Beyond Protection. ”Perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan. Kami ingin manfaat tersebut menjadi pijakan bagi peserta dan ahli waris untuk kembali bangkit, mandiri, dan membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan,” terangnya.

Dia juga mengingatkan peserta agar mengakses layanan melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan dan tidak menggunakan jasa pihak yang menawarkan kemudahan pengurusan klaim.

”Jangan tergoda oleh oknum-oknum di luar yang mengaku bisa menawarkan kemudahan. Pada akhirnya, hak peserta bisa diterima tidak secara utuh,” tegasnya.

Dalam momentum Harpelnas, dia mengajak pekerja yang belum terlindungi untuk segera menjadi peserta.

”Preminya kecil, tetapi manfaat yang diberikan sangat besar. Perlindungan ini bukan hanya membantu peserta, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarganya,” tegasnya.

Sudarso menambahkan, media berperan penting dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

”Kami sangat sadar bahwa media adalah partner yang strategis bagi kami untuk memberikan pemahaman, literasi, dan edukasi kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Baca Juga: BRI Jaga Kualitas Aset di Tengah Ekspansi Kredit, NPL dan CoC Terus Membaik

Melalui Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmen meningkatkan kualitas layanan, memperluas perlindungan, dan mendorong kemandirian peserta serta ahli waris.

”Melalui pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan, kita berharap bersama-sama dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di seluruh Indonesia,” tandasnya. (tif/dry)

Editor : Hendriyanto
sumenep pamekasan madura bpjs ketenagakerjaan