SUMENEP, RadarMadura.id – Penambahan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep pada tahun ajaran 2026/2027 minim.
Dari penerimaan siswa baru tahun ini, sekolah tersebut hanya mendapatkan tiga siswa untuk jenjang sekolah dasar (SD). Hingga sekarang, jumlah siswa secara keseluruhan masih 34 orang.
Kepala Sekolah SRT 49 Sumenep Norani Yanuar Subandi mengatakan, jumlah siswa di sekolah yang dipimpinnya memang masih sedikit.
Namun, kondisi tersebut dinilai wajar karena lembaganya masih tergolong baru.
”Untuk tingkat SD, tahun ajaran baru periode 2026/2027 ini kami baru menerima tiga siswa. Jadi, total keseluruhan siswa sekarang menjadi 34 siswa,” katanya.
Menurut dia, puluhan peserta didik tersebut tidak dikelompokkan dalam satu rombongan belajar (rombel). Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas besar dan kelas kecil.
Pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan setiap siswa.
Pembagian kelas tersebut menjadi bagian dari penyesuaian sistem pembelajaran di SRT 49 Sumenep.
”Dengan jumlah siswa yang masih sedikit ini, sekolah dapat lebih mudah menyesuaikan proses belajar dengan kemampuan dan kebutuhan siswa,” ucap Norani.
Norani menjelaskan, keberadaan SRT tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas.
Peserta didik juga mendapatkan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Karena itu, pengelompokan siswa menjadi kelas besar dan kelas kecil dinilai penting agar pembelajaran berjalan efektif.
”Kami menyesuaikan dengan kondisi anak-anak. Jadi, pembagian kelas besar dan kecil itu berdasarkan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal. Minimnya tambahan siswa baru tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pembelajaran maupun pendampingan terhadap peserta didik.
”Kami terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan belajar tetap berjalan dengan sistem yang telah disesuaikan,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Bashiri