Jelang Pilkades, Bakesbangpol Sumenep Lakukan Deteksi Dini

Hera Marylia • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:46 WIB
FOKUS: Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep Yanuar Yudha Bachtiar saat mengikuti rapat di Kantor DPRD Sumenep. (DPRD UNTUK JPRM)
FOKUS: Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep Yanuar Yudha Bachtiar saat mengikuti rapat di Kantor DPRD Sumenep. (DPRD UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep mulai memetakan potensi gejolak politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep memperkuat kewaspadaan dini sekaligus mengedukasi masyarakat agar memiliki pemahaman bahwa perbedaan pilihan jangan sampai menjadi pemicu konflik.

Upaya tersebut dilakukan jauh hari sebelum tahapan pilkades dimulai.

Bakesbangpol menilai deteksi dini penting untuk membaca setiap perubahan situasi di tengah masyarakat, terutama memasuki tahun politik desa.

Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep Yanuar Yudha Bachtiar mengatakan, ada tiga hal yang menjadi fokus institusinya.

Yakni penguatan wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini, dan pendidikan politik masyarakat.

"Kami terus mengawasi perkembangan lingkungan, termasuk dinamika politik. Semua pihak harus tetap bekerja dan mempersiapkan pilkades secara matang," katanya.

Menurutnya, kewaspadaan dini bukan untuk menimbulkan keresahan.

Akan tetapi, langkah itu diperlukan agar potensi persoalan dapat diketahui dan ditangani sebelum membesar.

"Kami terus mengikuti perkembangan di lapangan. Setiap situasi akan kami cermati agar langkah yang diambil sesuai dengan kondisi yang sedang berkembang," tegasnya.

Bakesbangpol juga mendorong masyarakat ikut menjaga kondusivitas daerah.

Sebab, keamanan selama proses demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam pilkades merupakan hal lumrah.

Namun, perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa dan tidak menjadi alasan untuk memicu konflik antarmasyarakat.

"Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting, masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh provokasi," ucapnya.

Edukasi politik, lanjut Yudha, menjadi bagian penting dalam menghadapi Pilkades 2027.

Masyarakat diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional serta tidak mudah terseret informasi yang dapat memicu gesekan.

Pesan tersebut turut disampaikan melalui Madura Culture Festival (MCF) 4 Tahun 2026 di Stadion A. Yani Sumenep.

Bakesbangpol memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun kesadaran politik masyarakat.

Dia berpendapat, generasi muda juga menjadi salah satu sasaran edukasi.

Mereka didorong memiliki pemahaman kebangsaan sekaligus kepekaan terhadap dinamika sosial dan politik di lingkungan sekitar.

Yudha menambahkan, antisipasi tidak boleh menunggu tahapan pilkades dimulai.

Kewaspadaan perlu dibangun sejak sekarang melalui komunikasi dan kepedulian bersama.

"Kewaspadaan harus dibangun sejak dini. Dengan komunikasi dan kepedulian bersama, berbagai potensi persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang lebih besar," pungkasnya. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia
pemahaman kebangsaan pilkades Bakesbangpol pemicu konflik deteksi dini