SUMENEP, RadarMadura.id – Warga mulai resah dengan sulitnya mendapatkan Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di Sumenep. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka kerap mendapati stok BBM bersubsidi tersebut kosong. Saat BBM tersedia, warga harus mengantre panjang.
Kondisi itu dikeluhkan warga Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Nuruddin. Dia mengaku sudah beberapa kali mendatangi sejumlah SPBU. Namun, Pertalite yang hendak dibeli selalu tidak tersedia.
”Saya beberapa kali datang ke sejumlah SPBU, tapi banyak yang kosong Pertalitenya,” kata Nuruddin.
Menurut dia, kondisi tersebut cukup menyulitkan warga yang masih mengandalkan Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, ketika stok tersedia, antrean kendaraan biasanya langsung mengular.
”Kalau pun ada, biasanya antreannya panjang. Tidak tahu kenapa sekarang sulit Pertalite,” ujarnya.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep Dadang Dedi Iskandar menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti terjadi kelangkaan BBM bersubsidi. Menurut dia, salah satu penyebab meningkatnya permintaan BBM jenis Pertalite dan solar adalah kenaikan harga BBM nonsubsidi.
”Bukan kelangkaan, tapi ada kenaikan BBM nonsubsidi,” terangnya.
Dadang memastikan ketersediaan Pertalite dan Biosolar tetap menjadi perhatian pemerintah. Pemkab Sumenep bersama Pertamina terus berkoordinasi agar stok BBM bersubsidi tetap terjaga hingga akhir tahun.
”Untuk jenis Pertalite dan Biosolar itu tetap aman. Makanya kami bersama Pertamina terus mengupayakan stok sampai akhir tahun tetap terjaga,” jelasnya.
Dia mengatakan, pengajuan kuota BBM setiap SPBU setiap bulan kini ditata. Langkah itu dilakukan agar stok tidak habis sebelum akhir tahun dan ketersediaannya tetap terjaga di setiap SPBU.
”Setiap SPBU sekarang pengajuan kuota setiap bulannya memang sedang ditata agar pada akhir tahun tetap tersedia di setiap SPBU,” ungkap Dadang.
Pihaknya terus memantau distribusi BBM dari depo menuju SPBU. Komunikasi dengan Pertamina dilakukan secara intensif untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
”Kami upayakan BBM tepat sasaran. Distribusi dari depo ke SPBU tidak ada kendala. Itu sering kami lakukan dengan intens komunikasi dengan Pertamina,” pungkasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Bashiri