SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep memprioritaskan penanganan kekeringan di Desa Montorna dan Desa Prancak.
Sebab, dua desa tersebut tergolong kering kritis karena pencarian sumber air melalui pengeboran dengan kedalaman mencapai 128 meter belum membuahkan hasil.
Sekretaris BPBD Sumenep Abd. Kadir mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan tingkat kesulitan untuk mendapatkan sumber air di kawasan itu cukup tinggi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga melalui distribusi air bersih.
"Ada beberapa desa di mana ketika dilakukan pengeboran, belum ditemukan sumber air meskipun sudah mencapai kedalaman 128 meter. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penuh untuk terus mendistribusikan pasokan air bersih," katanya.
Menurut dia, pendistribusian air bersih ke Montorna dan Prancak dilakukan setiap hari agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sementara itu, dampak kekeringan mulai meluas ke sejumlah wilayah lain.
"BPBD Sumenep telah menerima permohonan bantuan distribusi air bersih dari Desa Batuputih Daya serta beberapa desa di Kecamatan Rubaru," ucapnya.
Kadir menjelaskan, kondisi desa tersebut belum separah Montorna dan Prancak. Ketersediaan air masih ada, tetapi debitnya mulai berkurang.
Oleh karena itu, pola distribusi akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.
"Kami akan tetap membantu sesuai dengan permintaan, namun intensitas pengiriman airnya tidak seperti Montorna dan Prancak," jelasnya.
Dia menambahkan, distribusi air untuk wilayah yang kondisinya belum kritis tidak dilakukan setiap hari. Kemungkinan bantuan air akan disalurkan setiap dua hingga tiga hari sekali.
"Sedangkan wilayah dengan kondisi kering kritis tetap menjadi prioritas utama BPBD," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri