Puluhan Sepeda Motor Warga Pulau Kangean Terbakar di Atas Bukit Eteng

Amin Basiri • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:47 WIB
HANGUS: Kobaran api menghanguskan 28 unit sepeda motor yang diparkir di atas Bukit Eteng, Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kamis (20/8) malam.
HANGUS: Kobaran api menghanguskan 28 unit sepeda motor yang diparkir di atas Bukit Eteng, Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kamis (20/8) malam.

SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 28 unit sepeda motor milik warga terbakar di atas Bukit Eteng, Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kamis (20/8) malam. Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Lokasi tersebut selama ini menjadi tempat warga memarkir kendaraan karena akses menuju permukiman masih terbatas.

Kawasan itu berada di dataran tinggi dan kondisi jalan belum memungkinkan untuk dilalui sepeda motor.

Warga Tembayangan, Nur Aida, mengatakan masyarakat terpaksa memnfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat memarkir kendaraan karena tidak memiliki banyak pilihan. Kendaraan yang hendak dibawa pulang harus melewati jalur yang sulit.

”Kalau mau dibawa ke rumah tidak bisa, harus digotong, karena tidak ada akses jalan,” katanya.

Dia menuturkan, sebagian warga yang tidak terlalu sering bepergian memilih menggotong sepeda motor hingga ke rumah melalui jalur memutar.

Sementara warga yang sering beraktivitas ke pusat kecamatan memilih menitipkan kendaraan di area parkir tersebut.

”Bagi warga yang lebih sering beraktivitas ke kota, seperti sepekan sekali, motor lebih praktis diparkir di atas bukit tempat kebakaran terjadi,” paparnya.

Warga lain, Rahman, menyebut area tersebut tidak hanya digunakan warga Desa Tembayangan, tetapi juga masyarakat Desa Cangkramaan.

Mereka memarkir kendaraan di atas bukit untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Menurut dia, kondisi jalan utama menuju kedua desa tersebut rusak parah sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

Kondisi itu membuat masyarakat memilih menggunakan jalur pintas dan meninggalkan sepeda motor di lokasi parkir.

”Mayoritas motor yang terbakar itu milik warga Tembayangan dan Cangkramaan,” kata Rahman.

Camat Kangayan Nurullah membenarkan bahwa keterbatasan akses jalan menjadi alasan warga memarkir kendaraan di atas bukit.

Jalan menuju permukiman saat ini sulit dilalui. Sementara jalur alternatif berupa tangga juga tidak memungkinkan dilewati sepeda motor.

”Karena jalannya susah, akhirnya banyak masyarakat yang memarkirkan motornya di atas (bukit),” terangnya.

Nurullah menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, sebagian pemilik sepeda motor mengikuti lomba gerak jalan di Kecamatan Kangayan. Kegiatan tersebut berlangsung hingga menjelang magrib.

Karena hari mulai malam, para peserta kemudian meninggalkan kendaraan di lokasi parkir yang selama ini biasa digunakan.

Tidak berselang lama, warga mendapat informasi bahwa puluhan sepeda motor di tempat tersebut terbakar.

”Selang beberapa waktu, tiba-tiba mereka mendapat kabar motornya kebakaran,” tuturnya.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan sepeda motor tersebut.

Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani kejadian tersebut.

”Di sini tidak ada api, tahu-tahu sudah terbakar. Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian mengenai masalah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kangayan Willy Amrul mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kebakaran.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. ”Kami sedang melakukan penyelidikan,” terangnya. (tif/luq)

Editor : Amin Basiri
sumenep kebakaran Pulau Kangean