SUMENEP, RadarMadura.id – Laut menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Rukmana Vera Braninda.
Mahasiswi asal Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, itu tumbuh di tengah kehidupan masyarakat kepulauan yang bergantung pada laut.
Namun, bagi Vera, laut tidak hanya menjadi sumber penghidupan.
Laut juga menjadi batas yang harus diseberangi untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar prestasi.
Baca Juga: Guru Honorer yang Memilih Merdeka lewat Ilmu
Kini, menempuh pendidikan di Universitas PGRI (UPI) Sumenep pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek).
”Menjadi anak pulau bukan berarti kami harus memiliki mimpi yang kecil. Justru dari keterbatasan itu saya belajar untuk berjuang lebih keras,” kata Vera.
Perjalanannya mengejar pendidikan tinggi dimulai sejak SMA.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, Vera harus meninggalkan kampung halaman dan melanjutkan sekolah di SMANOR Sidoarjo.
Pilihan itu tidak lepas dari bakatnya di bidang olahraga, khususnya sepak takraw.
Vera mengaku telah menggeluti sepak takraw sejak duduk di bangku SD.
Baca Juga: Statusnya Paro Waktu, Pengabdiannya Penuh Waktu
Bakat tersebut membawanya berkali-kali mewakili sekolah dalam berbagai ajang dan meraih prestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Perjalanan prestasinya dimulai pada Kejurprov Surabaya 2021.
Ketika itu, Vera berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk nomor inter regu putri dan double putri.
Prestasinya berlanjut pada Porprov VII 2022 di Lumajang.
Vera kembali meraih medali emas nomor inter regu putri serta medali perak pada nomor double event putri.
Pada Porprov VIII 2023 di Mojokerto, koleksi prestasinya bertambah. Vera berhasil meraih medali emas nomor quadrant.
Dia juga membawa pulang tiga medali perak dari nomor double event, inter regu, dan tim double event.
Kiprahnya di arena olahraga kembali berbuah prestasi pada Porprov IX 2025 di Kota Malang.
Vera berhasil meraih dua medali emas dari nomor double dan tim double serta satu medali perak pada nomor quadrant.
Tidak hanya sepak takraw, Vera juga menunjukkan kemampuannya di cabang olahraga futsal.
Pada Porsenasma V 2025 di Madiun, dia turut mengantarkan timnya meraih medali perunggu.
”Alhamdulillah, dari olahraga saya mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan. Saya bisa bertemu banyak orang, belajar disiplin, sekaligus membawa nama daerah,” ucapnya.
Kini, Vera telah memasuki semester lima di UPI Sumenep. Jalan yang ditempuhnya untuk sampai ke bangku kuliah tidak mudah.
Sebagai mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kebutuhan pendidikan harus disesuaikan dengan kemampuan keluarga.
Biaya perjalanan dari kepulauan menuju daratan, kebutuhan tempat tinggal, hingga keperluan kuliah menjadi tantangan tersendiri.
”Memang tidak mudah, apalagi harus jauh dari keluarga. Tapi, saya selalu berusaha menjalani semuanya dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti,” ujarnya.
Bagi Vera, meninggalkan Masalembu bukan berarti melupakan kampung halaman.
Sebaliknya, pengalaman sebagai anak pulau menjadi bagian penting yang membentuk karakternya.
Bagi vera, laut yang menghidupi sekaligus membatasi itu justru menjadi saksi dari langkahnya menjemput pendidikan.
”Saya percaya, keterbatasan bukan penghalang. Selama mau berusaha, selalu ada jalan untuk mencapai cita-cita,” tandas. (tif/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti