SUMENEP, RadarMadura.id – Dampak kekeringan di Kabupaten Sumenep makin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mencatat, terdapat empat desa yang mengajukan permintaan suplai air bersih karena kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sekretaris BPBD Sumenep Abd. Kadir mengatakan, empat desa itu meliputi Desa Prancak dan Montorna di Kecamatan Pasongsongan, Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng, dan Desa Kombang di Kecamatan Talango.
Kekeringan diperkirakan semakin parah seiring memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada akhir Agustus hingga September.
"Untuk Desa Montorna, Prancak dan Kombang sudah minta suplai air bersih melalui laporan call center 112," ujarnya.
Tiga desa itu merupakan wilayah yang setiap tahun terdampak kekeringan lebih awal. Berdasarkan pemetaan BPBD, Prancak, Montorna, dan Kombang termasuk wilayah dengan kategori kering kritis.
"Dalam peta kekeringan kami, tiga desa tersebut memang masuk dalam kategori kering kritis. Setiap tahun memang lebih awal meminta suplai air bersih," katanya.
Sementara itu, permintaan suplai air bersih juga datang dari Desa Lenteng Barat.
Meski dalam pemetaan BPBD wilayah tersebut masih tergolong kategori kering langka, kondisi di lapangan mulai menunjukkan adanya kesulitan air.
"Desa Lenteng Barat ini sebenarnya masih masuk kategori kering langka dalam peta kami. Tapi, per hari ini warga di sana sudah melaporkan dan meminta suplai air bersih melalui call center 112," ucapnya.
Kadir menegaskan, setiap laporan kekeringan yang masuk tidak langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman air bersih.
BPBD terlebih dahulu melakukan asesmen untuk memastikan kondisi kekeringan di wilayah tersebut.
"Kami melakukan asesmen terlebih dahulu. Jika benar wilayah tersebut mengalami kekeringan, maka kami akan langsung kirimkan air bersih," ujarnya.
Untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau, BPBD Sumenep juga akan memperkuat koordinasi dengan Perumda Sumekar serta sejumlah instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan distribusi air bersih apabila kekeringan semakin meluas.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu bekerja sama dengan Perumda untuk menyuplai air bersih ke masyarakat. Artinya, kami membeli air bersih ke Perumda lalu kami salurkan ke masyarakat," tandasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri