Belasan Peserta Dipastikan Tersingkir, Pansel Akan Pilih Tiga Nama Terbaik Setiap Formasi

Amin Basiri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:44 WIB
FOKUS: ASN Pemkab Sumenep saat mengikuti apel pagi di halaman Pemkab Sumenep.
FOKUS: ASN Pemkab Sumenep saat mengikuti apel pagi di halaman Pemkab Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 27 peserta seleksi terbuka (selter) jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama akan mengikuti tahapan penyusunan makalah dan wawancara.

Mereka akan memperebutkan jabatan kepala disperkimhub, bakesbangpol, BPBD, dan satpol PP.

Dalam tahapan seleksi ini, panitia seleksi (pansel) hanya memilih tiga peserta terbaik dalam setiap formasi.

 Artinya, terdapat belasan peserta yang akan tersingkir setelah mengikuti penyusunan makalah dan wawancara yang diagendakan Rabu (12/8) hingga Kamis (13/8) di Surabaya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Benny Irawan mengatakan, sejauh ini seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan rencana.

Tahapan penyusunan makalah dan wawancara penting dilakukan untuk menggali lebih jauh kompetensi, gagasan, serta kemampuan peserta.

”Jadi pelaksanaan sudah sesuai dengan rencana dan tahapannya sudah berjalan dengan baik. Tinggal menunggu proses selanjutnya,” katanya.

Dia menyampaikan, proses seleksi ditargetkan rampung bulan ini. Setelah tahapan wawancara dan penyusunan makalah selesai, hasilnya akan direkap oleh pansel untuk menentukan tiga peserta terbaik pada setiap OPD yang dilamar.

”Kalau sesuai dengan jadwal, insyaallah bulan ini sudah selesai,” ujarnya.

Benny menjelaskan, peserta yang masuk tiga besar selanjutnya akan direkomendasikan kepada bupati Sumenep.

Dari tiga nama tersebut, bupati akan memilih satu orang untuk diajukan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna mendapatkan rekomendasi sebelum dilakukan proses penetapan dan pelantikan.

”Setelah muncul rekomendasi dari BKN, baru nanti kita proses penetapan dan pelantikan,” jelasnya.

Benny berharap seluruh peserta bisa memanfaatkan tahapan penyusunan makalah dan wawancara untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Peserta juga diminta menawarkan gagasan dan solusi konkret sesuai dengan kebutuhan jabatan yang dilamar. Dia memastikan, seluruh proses seleksi berjalan secara transparan dan akuntabel.

”Mudah-mudahan cepat selesai, karena prosesnya harus tetap kita koordinasikan dengan BKN,” ucapnya. 

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar meminta pansel dan seluruh pihak yang terlibat menjaga integritas hingga tahapan akhir proses seleksi tersebut.

Pejabat yang nantinya terpilih akan menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan, sehingga harus mampu menghadirkan inovasi dan menyelesaikan persoalan di setiap OPD. 

”Tiga besar yang dihasilkan harus benar-benar orang terbaik. Kami berharap bupati juga memilih berdasarkan kapasitas dan kebutuhan organisasi, sehingga pejabat yang dilantik bisa memberikan kinerja terbaik untuk pelayanan kepada masyarakat,” pintanya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
pemkab sumenep shelter JPT