SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep menyusun arah dan strategi pembangunan ekonomi daerah yang terukur dan berkelanjutan.
Hal itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep di Ruang Rapat Pottre Koneng, Rabu (12/8).
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menegaskan, roadmap tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan.
Melainkan, harus menjadi peta jalan bersama untuk mengarahkan transformasi ekonomi daerah.
”Kita tidak ingin lagi hanya berbicara mengenai potensi. Kita harus bergerak dari potential-based planning menjadi action-oriented planning,” katanya.
Menurutnya, Sumenep memiliki modal ekonomi yang besar dari berbagai sektor. Baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, garam, perkebunan, minyak dan gas bumi, serta sektor lainnya.
Dengan wilayah kepulauan yang cukup banyak, hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan ekonomi.
Sedikitnya ada lima hal yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan roadmap.
Di antaranya menentukan sektor prioritas dan economic driver Sumenep. Kemudian mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, serta mendorong investasi secara lebih konkret.
”Termasuk juga memperkuat UMKM dan pelaku ekonomi lokal serta memastikan roadmap memiliki target dan pembagian peran yang jelas agar tidak berhenti sebagai dokumen, tapi benar-benar menjadi pedoman dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Sumenep,” imbuhnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri