SUMENEP, RadarMadura.id – Tiga desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengajukan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep. Pengajuan tersebut dilakukan karena warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Tiga desa tersebut, yakni Desa Prancak dan Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, serta Desa Kombang, Kecamatan Talango. Dari tiga desa itu, Prancak dan Montorna masuk kategori kering kritis, sedangkan Kombang tergolong kering langka.
Sekretaris BPBD Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan institusinya langsung menindaklanjuti setiap permintaan bantuan air bersih yang disampaikan oleh pemerintah desa.
Pengiriman dilakukan setelah adanya laporan kebutuhan dari masyarakat."Setiap ada permintaan, kita salurkan. Sejak tanggal 19 Juli kita sudah lakukan. Kalau ada permintaan, langsung kita kirim," katanya.
Menurutnya, pengajuan bantuan air bersih dapat disampaikan melalui layanan pusat panggilan 112.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti BPBD dengan mengirimkan armada tangki air ke lokasi yang membutuhkan."Yang kita kirim itu berdasarkan permintaan melalui layanan pusat panggilan 112," ucapnya.
Dijelaskan, kondisi paling parah terjadi di Desa Prancak dan Desa Montorna. Kedua desa tersebut masuk kategori kering kritis karena sumber air warga telah mengering. Kondisi itu membuat masyarakat bergantung pada pasokan air bersih dari BPBD. Sementara itu, Desa Kombang masih memiliki sumber air.
Namun, debit air di wilayah tersebut mulai berkurang sehingga masuk kategori kering langka dan berpotensi mengalami kondisi yang lebih parah apabila kemarau terus berlangsung.
BPBD Sumenep telah beberapa kali menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa tersebut. Dalam setiap pengiriman, satu mobil tangki membawa sekitar 6.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan warga.
Air yang disalurkan kemudian dibagikan langsung kepada masyarakat. Warga juga membawa jeriken dari rumah masing-masing untuk mengambil air dari mobil tangki BPBD. Penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan dan permintaan dari desa.
Dia memastikan BPBD akan terus memantau kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Sumenep. Desa yang mulai mengalami kesulitan air bersih diminta segera menyampaikan laporan agar bantuan dapat segera diberikan. "Setiap ada permintaan, langsung kita kirim," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri