SUMENEP, RadarMadura.id – Musim panen tembakau mulai menjadi perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya pengusaha tembakau Sumenep H Mukmin. Pengusaha asal Kecamatan Ganding itu mengajak perusahaan rokok maupun pengusaha tembakau memaksimalkan penyerapan hasil panen petani tahun ini.
Menurut dia, serapan tembakau menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kesejahteraan petani. Sebab, hasil produksi yang melimpah tidak akan memberikan keuntungan maksimal apabila tidak diimbangi dengan daya serap pabrikan.
Karena itu, H Mukmin mengajak seluruh perusahaan rokok dan pengusaha tembakau, khususnya yang berada di Sumenep dan Madura, bersama-sama menyerap tembakau petani. Sebab, peran seluruh pihak sangat penting bagi petani yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.
"Harapan saya, terutama kepada teman-teman pengusaha tembakau atau perusahaan rokok di Sumenep dan di mana pun itu, ayo serap tembakau petani," katanya.
Pengusaha tembakau asal Kecamatan Ganding tersebut menilai, pemerintah juga memiliki peran penting dalam mengawal hasil produksi petani.
Pengawalan tidak hanya dilakukan ketika tembakau memasuki masa panen, tetapi sejak proses budidaya hingga hasilnya siap dipasarkan. Sebab, kualitas menjadi salah satu kunci agar tembakau Madura memiliki daya saing dan semakin diminati pabrikan.
Karena itu, petani perlu mendapatkan pendampingan agar hasil tanam mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan perusahaan rokok. "Pemerintah juga hadir di situ untuk mengawal hasil tanam tahun ini. Dikawal betul agar kualitasnya bagus dan juga ikut andil mendorong penyerapan tembakau milik petani," ucap H Mukmin.
H Mukmin menyebut, persoalan tembakau tidak bisa hanya dibebankan kepada petani. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai pemerintah, petani, pengusaha, hingga perusahaan rokok. Dengan demikian, mata rantai usaha tembakau dapat berjalan secara beriringan.
Dia berharap pemerintah terus membangun komunikasi dengan pabrikan terkait kebutuhan dan potensi tembakau Madura. Langkah tersebut dinilai penting agar hasil produksi petani memiliki kepastian pasar.
"Pabrikan saya berharap membeli tembakau petani dengan maksimal. Sebab, penyerapan tembakau ini bergantung pada peran pabrik besar," tuturnya.
Menurut dia, keberadaan pabrikan besar memiliki pengaruh terhadap kondisi pasar tembakau. Ketika serapan dilakukan secara maksimal, petani memiliki peluang lebih besar mendapatkan harga yang layak atas hasil kerja mereka selama satu musim tanam.
Sebaliknya, apabila serapan terbatas, petani berpotensi menghadapi persoalan dalam memasarkan hasil panen.
Kondisi tersebut tentu dapat berdampak terhadap pendapatan petani dan keberlanjutan budidaya tembakau pada musim berikutnya.
"Jika semuanya bersatu untuk menyerap hasil panen tembakau para petani, maka petani akan ikut sejahtera," tegas H Mukmin.
H Mukmin juga mendorong agar tembakau Madura mendapatkan perhatian lebih dari perusahaan rokok besar. Menurut dia, karakteristik tembakau Madura memiliki potensi untuk terus dikembangkan sehingga dapat menjadi bagian penting dalam kebutuhan bahan baku industri rokok.
Karena itu, dia meminta pabrikan tidak ragu meningkatkan pembelian tembakau petani Madura.
Serapan maksimal diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat sekaligus memberikan kepastian kepada petani.
"Harapan saya, pabrik besar itu menyerap tembakau Madura dengan sebesar-besarnya dengan harga yang sangat layak," pungkasnya.
H Mukmin berharap kolaborasi antara pemerintah, petani, pengusaha tembakau, dan pabrikan dapat diwujudkan secara nyata.
Dengan begitu, musim panen tahun ini tidak hanya menghasilkan produksi tembakau yang berkualitas, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari komoditas tersebut.
"Mari kita semua saling berkolaborasi bagaimana agar petani tembakau di Madura ini merasakan hasil dari apa yang mereka tanam," imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri