Porsi Anggaran Jalan Kepulauan Lebih Besar, Pemkab Sumenep Perkuat Pemerataan Infrastruktur

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:26 WIB
MULUS: Warga melewati Jalan Raya Daandung di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, pada Senin (13/7). (DPUTR SUMENEP UNTUK JPRM)
MULUS: Warga melewati Jalan Raya Daandung di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, pada Senin (13/7). (DPUTR SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menunjukkan komitmen dalam pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan.

Pada 2026, Pemkab Sumenep mengalokasikan anggaran penanganan jalan sebesar Rp 67.020.353.720 untuk wilayah daratan dan kepulauan.

Dari total anggaran tersebut, wilayah kepulauan mendapat porsi lebih besar dibandingkan dengan daratan.

Anggaran untuk penanganan jalan di kepulauan mencapai Rp 35.728.728.749 atau 51,82 persen.

Sementara itu, wilayah daratan mendapat alokasi Rp 32.291.624.970 atau 48,18 persen.

Besarnya porsi anggaran untuk jalan di kepulauan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemenuhan infrastruktur jalan yang layak.

Kebijakan itu sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep Eri Susanto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Sumenep agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah daratan.

Perhatian lebih terhadap wilayah kepulauan dinilai penting karena daerah tersebut menghadapi tantangan konektivitas.

”Alokasi anggaran ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan yang membutuhkan dukungan infrastruktur lebih optimal,” katanya.

Di wilayah kepulauan, anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah pekerjaan prioritas.

Di antaranya rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, rekonstruksi Jalan Laok Jang-Jang hingga Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.

Sementara itu, penanganan jalan di wilayah daratan juga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Di antaranya rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.

”Jadi, kita tetap mengedepankan skala prioritas,” ujar Eri.

Menurut Eri, pembangunan jalan di wilayah kepulauan merupakan langkah penting pemerintah dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.

”Pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat akses ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan,” pungkasnya. (iqb/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
porsi anggaran pemerataan pembangunan pemkab sumenep pembangunan jalan Wilayah kepulauan