SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sumenep belum merata. Khususnya di wilayah Kepulauan Kangean.
Karena itu, sejumlah pemuda asal Kepulauan Cukir mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep untuk merealisasikan pembangunan jalan di Desa Cangkramaan, Tembayangan, dan Batuputih, Kecamatan Kangayan.
Seorang pemuda asal Kepulauan Kangean Abdurrahman Saleh menyatakan, disparitas pembangunan di Kota Keris masih sangat terasa.
Misalnya, ke Kecamatan Kangayan yang selama ini lebih banyak difokuskan di jalur utara. Sedangkan untuk jalur selatan seakan terabaikan.
”Sudah memasuki periode kedua bupati yang sekarang, tapi pembangunan jalan belum merata. Sejak tujuh tahun menjabat, Kangayan hanya dibangun di poros utara,” ujarnya saat beraudensi di kantor DPUTR Sumenep, Kamis (6/8).
Pihaknya juga meminta DPUTR segera mengusulkan pembangunan jalan poros selatan Kangayan dalam APBD 2027.
Selain itu juga, pemerintah membuka rencana kerja dan alokasi anggaran pembangunan agar masyarakat mengetahui komitmen pemerataan infrastruktur di wilayah kepulauan.
Pihaknya juga mendesak kelompok masyarakat dari kepulauan juga dilibatkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kabupaten.
Sehingga, aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara langsung.
Kabid Bina Marga DPUTR Sumenep Salamet Supriyadi mengaku telah mengusulkan pembangunan ruas jalan Pandeman–Pajanassem melalui dana alokasi khusus (DAK) di tahun anggaran 2027.
Namun, usulan tersebut menunggu persetujuan pemerintah pusat.
”Juga jalan Pabian–Kangayan karena masih ada sisa sekitar satu sampai dua kilometer,” ucapnya.
Kemampuan APBD Pemkab Sumenep dinilai belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan jalan kabupaten.
Karena itu, DPUTR mengandalkan dukungan DAK agar proyek tersebut dapat direalisasikan.
”Jika diajukan bersamaan misalnya dari APBD dan DAK, maka nanti tumpang tindih dan berisiko, makanya nanti mudah-mudahan diterima,” tandasnya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti