SUMENEP, – Proses pengisian jabatan kepala sekolah (Kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sumenep belum rampung.
Dispendik mengaku masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Sebab, ada sejumlah rekomendasi yang harus dipenuhi.
Kepala Dispendik Sumenep Moh. Iksan mengatakan, proses pengisian kepala sekolah terus berjalan.
Saat ini pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menjadi syarat administrasi untuk mengisi jabatan Kepsek yang kosong.
Selain itu, terdapat guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang ikut mencalonkan diri sebagai kepala sekolah.
Karena itu, pemerintah daerah juga harus memperoleh izin dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).
”Saat ini kami sedang menunggu rekomendasi dari BKN. Karena ada guru PPPK yang mencalonkan diri menjadi kepala sekolah, itu juga harus seizin Kemen PAN-RB. Setelah selesai, SK Bupati diterbitkan, baru kita lakukan pelantikan dan pengukuhan,” ujarnya.
Iksan menyatakan, kekosongan jabatan kepala sekolah yang akan diisi sebanyak 287 jabatan. Terdiri atas 280 kepala SD dan tujuh kepala SMP.
”Kami targetkan seluruh formasi dapat terisi setelah semua tahapan administrasi dari pemerintah pusat selesai,” ungkapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi menegaskan bahwa calon kepala sekolah tidak cukup hanya memiliki kemampuan manajerial.
Rekam jejak, moral, serta integritas juga harus menjadi pertimbangan utama dalam proses penilaian.
”Jangan sampai persoalan seperti kasus moral, termasuk pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak yang pernah mencoreng dunia pendidikan kembali terjadi. Karena itu, integritas harus menjadi syarat utama dalam pengangkatan kepala sekolah,” pintanya.
Dia berharap seluruh tahapan seleksi berlangsung profesional, transparan, dan berbasis kompetensi sehingga mampu melahirkan kepala sekolah yang berintegritas serta berkomitmen memajukan pendidikan di Sumenep.
”Harus transparan dan profesional, sehingga pendidikan di Sumenep semakin baik,” harapnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri