SUMENEP, RadarMadura.id – Kualitas bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, menuai sorotan.
Pasalnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan itu mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Kondisi tersebut diduga dipicu lemahnya pengawasan selama proses pembangunan.
Kerusakan terlihat pada bagian plafon teras depan bangunan. Sebagian plafon tampak terlepas dari rangkanya.
Kondisi itu menjadi perhatian berbagai pihak karena proyek yang belum lama rampung dinilai tidak semestinya sudah mengalami kerusakan.
Koordinator BEM Sumenep (BEMSU) Salman Farid mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah bangunan KDKMP di beberapa lokasi yang mulai mengalami kerusakan.
Temuan tersebut diperoleh setelah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
”Kami melihat ada banyak bangunan KDKMP yang mulai rusak. Itu terjadi di berbagai titik. Kami turun melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” katanya.
Menurut Salman, kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan proses pelaksanaan pembangunan maupun kualitas material yang digunakan.
Akibatnya, bangunan menjadi lebih cepat mengalami kerusakan.
”Sebenarnya kerusakan itu bisa jadi karena proses pembangunannya dikerjakan secara asal-asalan. Atau bisa juga karena bahan yang digunakan kualitasnya kurang baik,” tegasnya.
Selain itu, Salman menilai aspek pengawasan selama proses pembangunan juga perlu dievaluasi.
Sebab, proyek tersebut berada di bawah pengawasan sejumlah pihak, termasuk unsur TNI.
”Bisa juga karena pengawasannya di lapangan kurang maksimal. Karena itu, kami berharap ada evaluasi agar proyek-proyek seperti ini tidak kembali menimbulkan persoalan,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada belum memberikan tanggapan terkait kondisi bangunan KDKMP di Desa Pangarangan.
Upaya konfirmasi melalui telepon selulernya hingga kemarin belum mendapat respons.
Sebelumnya, Letkol Inf Citra Persada berjanji akan mengecek sekaligus memperbaiki kerusakan bangunan tersebut.
Namun, hingga Kamis (6/8), perbaikan belum juga dilakukan.
”Terima kasih atas informasinya. Laporan segera kami tindak lanjuti dengan pengecekan dan perbaikan,” janjinya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti