SUMENEP, RadarMadura.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam menjaga budaya dan bahasa daerah mendapat apresiasi dari daerah lain.
Kali ini, pujian datang dari Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Selasa (4/8) sore.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diterima Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim di rumah dinas bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Paramitha mengaku terkesan dengan konsistensi Pemkab Sumenep dalam melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman.
Menurut dia, kebijakan menjadikan bahasa Madura sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah merupakan langkah strategis yang layak dicontoh.
Pihaknya berencana mengadopsi konsep serupa untuk diterapkan di Kabupaten Brebes.
”Kami sangat tertarik dengan kebudayaan di Sumenep. Sebelumnya kami pernah mengundang kesenian musik tong-tong tampil di Brebes. Ke depan kami ingin membangun kolaborasi yang lebih erat, termasuk belajar mengenai pelestarian budaya dan bahasa daerah,” tuturnya.
Paramitha menilai penggunaan bahasa Madura di lingkungan pendidikan menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Sumenep dalam menjaga warisan budaya.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.
”Nantinya, kami juga ingin mencoba menerapkan penggunaan bahasa lokal di lembaga pendidikan di Brebes,” ungkapnya.
Wabup Sumenep KH Imam Hasyim menyambut baik kunjungan bupati Brebes tersebut. Menurutnya, silaturahmi antardaerah menjadi momentum mempererat hubungan sekaligus bertukar pengalaman dalam membangun daerah.
”Terima kasih kepada Ibu Bupati Brebes beserta jajaran yang telah berkunjung ke Kabupaten Sumenep. Semoga pertemuan ini menjadi awal terjalinnya kerja sama yang semakin baik di berbagai bidang,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri