Tinjau Budidaya Lele dan Ayam Petelur, Bupati Sumenep Pastikan  ProgramTepat Sasaran

Amin Basiri • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:57 WIB
TURUN LANGSUNG: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat meninjau budidaya lele di Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, pada Kamis (30/7).
TURUN LANGSUNG: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat meninjau budidaya lele di Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, pada Kamis (30/7).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mendorong program pemberdayaan masyarakat agar berjalan optimal.

Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turun langsung meninjau budidaya ikan lele dan peternakan ayam petelur milik kelompok masyarakat di Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, Kamis (30/7).

Di lokasi budidaya, bupati meninjau enam kolam lele yang dikelola kelompok masyarakat.

Dalam satu siklus pemeliharaan selama sekitar tiga hingga tiga setengah bulan, hasil panen mencapai sekitar 1,3 ton. 

Produksi tersebut dinilai cukup potensial menjadi salah satu pemasok kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, program pemberdayaan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membangun sistem usaha yang memiliki pasar yang jelas.

Apalagi, kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG menjadi peluang yang harus dimanfaatkan kelompok masyarakat agar usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan.

"Hasil budidaya lele tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis yang terus meningkat," katanya.

Selain budidaya lele, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu juga meninjau peternakan ayam petelur. Dari sekitar 1.000 ekor ayam, tingkat produksi telur mencapai sekitar 84 persen setiap hari.

Menurutnya, pada tahun ini pemerintah daerah kembali mengalokasikan berbagai bantuan pemberdayaan kepada kelompok masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan mampu melahirkan usaha produktif yang mandiri, berdaya saing, serta mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.

"Kami ingin setiap program pemberdayaan memberikan dampak ekonomi yang nyata. Ketika hasil usaha masyarakat terserap pasar, termasuk untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis, maka perekonomian desa akan bergerak dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ucap Fauzi.

Pihaknya berkomitmen terus mengembangkan sektor perikanan dan peternakan sebagai penggerak ekonomi desa. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat, program pemberdayaan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan hingga masa mendatang.

"Ini juga untuk memperluas lapangan kerja sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi desa yang berkelanjutan," imbuh Fauzi. (iqb/han)

Editor : Amin Basiri
Ayam petelur lele budidaya