Pelaksanaan SEGTA 2026 di Sumenep Sukses, FTMM UNAIR Bawa Teknologi Hijau dan Mitra Internasional ke Pulau Gili Iyang

Anis Billah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:41 WIB
KOMPAK: Peserta SEGTA 2026 FTMM Unair berfoto bersama tokoh masyarakat Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, pada Jumat (31/7). (ANDRI UNTUK JPRM)
KOMPAK: Peserta SEGTA 2026 FTMM Unair berfoto bersama tokoh masyarakat Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, pada Jumat (31/7). (ANDRI UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) di Kabupaten Sumenep berlangsung sukses.

Program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertaraf internasional tersebut mengusung tema pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan teknologi hijau dan pemberdayaan masyarakat bersama mitra dari berbagai negara.

Kegiatan ini melibatkan 119 peserta yang terdiri atas 21 staf dan 98 mahasiswa. Mereka berasal dari sejumlah negara, yakni Tiongkok, Prancis, Hong Kong, Malaysia, dan Pakistan. Para peserta diterjunkan ke sejumlah lokasi pengabdian, di antaranya Pulau Gili Iyang serta beberapa sekolah dasar di Kecamatan Kalianget.

Program SEGTA 2026 juga terintegrasi dengan Airlangga Community Development Hub sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian SDGs melalui penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi internasional.

Wakil Dekan III FTMM UNAIR Prastika Krisma Jiwanti, Ph.D., mengatakan, SEGTA merupakan agenda tahunan yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan mitra internasional dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Setiap tahun, lokasi dan tema pengabdian terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

”Tahun ini jumlah peserta internasasional menjadi yang terbanyak dibandingkan pelaksanaan SEGTA sebelumnya. Ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan mitra luar negeri untuk berkolaborasi bersama FTMM UNAIR dalam memberikan solusi teknologi kepada masyarakat," katanya.

Menurut Prastika, Pulau Gili Iyang dipilih karena memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata kesehatan yang dikenal memiliki kadar oksigen alami yang tinggi. Potensi tersebut perlu dijaga melalui penerapan teknologi ramah lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga: IKA Unair Cabang Bangkalan Santuni Anak Yatim, Juga Serahkan Bantuan untuk Palestina

”Kami ingin menjaga keunggulan Gili Iyang sebagai pulau dengan kandungan oksigen yang sangat baik. Karena itu, kami menghadirkan teknologi yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat," ungkapnya.

Prastika menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan SEGTA 2026 menjadi bukti nyata kolaborasi FTMM UNAIR dengan berbagai mitra internasional. Sinergi tersebut tidak hanya menghasilkan pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

”Kami berharap seluruh teknologi yang diterapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan selesai. Program ini bukan sekadar pengabdian, tetapi juga upaya mendukung pencapaian SDGs melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan. Kehadiran mitra internasional membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah," terangnya.

Ketua SEGTA FTMM UNAIR Yoga Uta Nugraha, S.T., M.T., mengatakan, pelaksanaan SEGTA 2026 mengangkat tema yang lebih beragam, tetapi tetap berkesinambungan dengan program tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah perawatan solar shelter yang telah dipasang di Pulau Gili Iyang sejak beberapa tahun lalu.

Selain itu, FTMM UNAIR menghadirkan inovasi pengolahan sampah plastik untuk mendukung pelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.

”Kami juga menambah program pengolahan sampah. Di Gili Iyang jumlah wisatawan terus meningkat sehingga berpotensi menghasilkan lebih banyak sampah plastik. Karena itu, kami menghadirkan alat yang mampu mengolah sampah plastik menjadi gantungan kunci dan berbagai produk bermanfaat lainnya," tukasnya. (iqb/bil)

Editor : Anis Billah
FTMM Unair SEGTA 2026 Pengabdian masyarakat internasional Pulau Gili Iyang