SUMENEP, RadarMadura.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan di empat kabupaten di Madura.
Salah satunya dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air.
Bantuan tersebut disalurkan keKabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Distribusi dilakukan selama sepekan terakhir sebagai respons atas menurunnya ketersediaan sumber air bersih di sejumlah wilayah.
Di Kabupaten Sumenep, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Montorna dan Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Selasa (28/7).
Di Pamekasan, distribusi dilakukan ke
Desa Kertagena, Kecamatan Kadur, serta Desa Plakpak, Kecamatan
Pegantenan.
Sementara di Kabupaten Sampang, bantuan menyasar Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Desa Pao Pelle
Laok, Kecamatan Ketapang, Desa Dulang, Kecamatan Torjun, serta Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik.
Adapun di Kabupaten Bangkalan, bantuan disalurkan ke Desa Gunelap dan Desa Saplasah, Kecamatan Sepuluh, serta Desa Bates, Kecamatan Blega.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Achmad Laili Maulidi mengatakan, dukungan BBWS Brantas
sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani dampak kekeringan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BBWS Brantas
atas dukungan armada tangki dan suplai air bersih. Bantuan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memenuhi
kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Laili menjelaskan, BPBD Sumenep terus memantau kondisi wilayah selama musim kemarau.
Setiap laporan kesulitan air bersih dari pemerintah desa akan segera ditindaklanjuti melalui asesmen guna
menentukan kebutuhan dan langkah penanganan.
“Jika ada desa lain yang membutuhkan bantuan air bersih, kami akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan,
hingga instansi terkait,” katanya.
Dia berharap sinergi antara BBWS Brantas, pemerintah daerah, dan
para pemangku kepentingan dapat terus berlanjut selama musim kemarau.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut. Penanganan kekeringan membutuhkan dukungan berbagai pihak
agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Prancak Subhan mengatakan, bantuan air bersih dari BBWS Brantas menjadi solusi sementara bagi warga yang mengalami
kesulitan memperoleh air.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat di desa kami. Semoga
program seperti ini terus berlanjut sehingga kebutuhan air bersih warga
tetap terpenuhi selama
musim kemarau,” tandasnya. (tif/han)