SUMENEP, RadarMadura.id - Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Madura.
Untuk mengurangi dampak kekeringan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyalurkan bantuan air bersih ke empat kabupaten di Madura dalam sepekan terakhir. Yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Di Kabupaten Sumenep, distribusi air bersih dilakukan di Desa Montorna dan Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan pada Selasa (28/7). Total, ada sekitar 183 jiwa yang mendapatkan manfaat dari bantuan air tersebut.
Penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemkab Sumenep melalui BPBD.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sumenep Achmad Laili Maulidi mengapresiasi dukungan BBWS Brantas dalam penyaluran bantuan air bersih tersebut.
Menurut dia, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Sumenep.
”Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BBWS Brantas atas dukungan armada tangki dan suplai air bersih. Bantuan ini sangat membantu pemerintah daerahdalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.
Laily menjelaskan, distribusi air bersih ini dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan dan laporan dari pemerintah desa.
Pihaknya kemudian mengusulkan bantuan kepada BBWS Brantas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.
Menurut dia, Desa Montorna dan Desa Prancak termasuk wilayah yang membutuhkan penanganan segera karena sebagian warga kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
”Apabila ada desa lain yang membutuhkan bantuan air bersih, tentu akan segera kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait,” terangnya.
Laily berharap, sinergi antara BPBD, BBWS Brantas, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat selama musim kemarau.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
’Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut,” harapnya.
Kepala Desa Montorna, Junaidi menyatakan, warga mulai kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Pasokan air bersih dari BBWS Brantas sangat membantu terpenuhinya kebutuhan air di tengah masyarakat.
”Bantuan ini sangat membantu masyarakat di desa kami. Semoga ke depan program seperti ini terus berlanjut sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi saat musim kemarau,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri