PGRI POWER Resmi Diluncurkan Ribuan Guru Disiapkan Kuasai Koding dan AI

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:28 WIB
KOMITMEN: Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Karim saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan PKO dan Launching PGRI Power di Graha Kemahasiswaan UPI Sumenep, Selasa (28/7).
KOMITMEN: Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Karim saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan PKO dan Launching PGRI Power di Graha Kemahasiswaan UPI Sumenep, Selasa (28/7).

SUMENEP, RadarMadura.is – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumenep melaksanakan pelantikan Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) sekaligus meluncurkan program PGRI POWER.

Program yang mengusung tagline 5.000 Guru Sumenep Siap Sukseskan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI itu digelar di Graha Kemahasiswaan Universitas PGRI (UPI) Sumenep.

Ketua PGRI Kabupaten Sumenep Karim mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan nasional.

Program itu tidak hanya dilaksanakan di pusat kegiatan, tetapi juga akan diperluas ke enam titik di wilayah daratan dan satu titik di wilayah kepulauan agar seluruh guru memperoleh kesempatan yang sama.

"Ini merupakan titik awal untuk memberikan pelatihan kepada 5.000 guru se-Kabupaten Sumenep," katanya.

Dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Menurut dia, sinergi semua pihak menjadi modal penting dalam mencetak guru yang mampu menjadi penggerak kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep.

"Terima kasih kepada narasumber dan panitia yang telah mengemban tugas ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan rekan-rekan guru dapat menjadi perantara kemajuan negeri ini," ujarnya.

Sekretaris PGRI Kabupaten Sumenep Moh. Salehorman mengatakan, program PGRI POWER lahir sebagai respons terhadap pesatnya transformasi digital dan tuntutan kebijakan pendidikan yang semakin menekankan penguasaan teknologi.

Menurut dia, PGRI harus mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan.

"Guru adalah ujung tombak perubahan. Karena itu, PGRI harus hadir secara proaktif, bukan sekadar menjadi wadah aspirasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan profesionalisme guru agar siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital," ujarnya.

Dia menjelaskan, PGRI POWER dirancang dengan pendekatan Praktis, Aplikatif, dan Berkelanjutan (PAB).

Program tersebut membekali guru dengan materi deep learning, koding, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) sebagai pendukung penyusunan modul ajar, media pembelajaran, hingga asesmen yang lebih efektif. 

PGRI menargetkan 80 hingga 90 persen peserta mampu menguasai keterampilan dasar tersebut dan menerapkannya di kelas.

Untuk menjamin keberlanjutan program, PGRI menerapkan pendampingan berjenjang melalui Training of Trainers (ToT), Komunitas Belajar (Kombel), KKG/MGMP, hingga klinik digital.

"Harapan kami, guru di wilayah daratan maupun kepulauan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sehingga mampu mencetak generasi Sumenep yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator dan pemikir kritis," tandasnya. (tif/han)

Editor : Amin Basiri
PGRI Sumenep PGRI Power