SPPG Yayasan Al-Jailani Sajikan Menu MBG Bergizi Seimbang, Komitmen Gunakan Bahan Baku Lokal dan Segar

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:52 WIB
ANTUSIAS: Siswa MI Darul Ittihad Desa Lapa Taman menyambut kedatangan paket MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Dungkek Candi.
ANTUSIAS: Siswa MI Darul Ittihad Desa Lapa Taman menyambut kedatangan paket MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Dungkek Candi.

SUMENEP, RadarMadura.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan variasi menu yang menarik. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dungkek, Candi di bawah Yayasan Al-Jailani menyajikan menu dengan protein hewani dan nabati dalam satu porsi.

Menu Senin (27/7) terdiri atas Nasi Putih, Black Spicy Chicken, tahu goreng, selada, timun dan tomat, serta buah anggur. Penyajian menggunakan nampan stainless yang terbagi menjadi lima sekat, sehingga makanan tidak bercampur dan tetap higienis saat didistribusikan ke sekolah.

Kepala SPPG Candi M. Rofiek mengatakan, pemilihan menu sengaja dipadukan antara lauk utama, sayur, dan buah.

”Kami ingin anak-anak tidak hanya kenyang, tapi juga mendapatkan asupan lengkap. Ada protein dari ayam dan tahu, serat dari selada, timun, tomat, dan vitamin dari anggur,” ujar Rofiek.

Tim ahli gizi SPPG melakukan analisis kandungan pada setiap porsi untuk memastikan kecukupan gizi. Menu ini memiliki komposisi berbeda sesuai kelompok usia penerima.

Untuk kelompok anak di bawah lima tahun (balita), TK, PAUD, dan SD kelas 1-3, satu porsi mengandung energi 483,3 kkal; protein 22,3 gram; lemak 24,9 gram; karbohidrat 42 gram; dan serat 1,4 gram. Jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini yang porsinya lebih kecil namun tetap padat gizi.

Sementara kandungan gizi untuk kelompok SD kelas 4-6, SMP, SMA, ibu menyusui (busui), dan ibu hamil (bumil) ditingkatkan. Energi mencapai 556 kkal; protein 24,7 gram; lemak 26,6 gram; karbohidrat 53 gram; dan serat 1,6 gram.

Porsi karbohidrat dan protein sengaja dinaikkan untuk mendukung aktivitas belajar dan pertumbuhan remaja.

Rofiek menjelaskan perbedaan analisis itu penting agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan gizi.

”Anak SD atas dan ibu hamil butuh energi lebih besar. Makanya porsi dan komposisinya kami bedakan, tapi tetap satu jenis menu supaya tidak ada yang merasa dibedakan,” jelasnya.

SPPG Yayasan Al-Jailani merupakan salah satu titik dapur MBG di Sumenep yang melayani wilayah Dungkek dan sekitarnya. Dapur ini beroperasi di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN). Sejak awal berjalan, SPPG ini berkomitmen menggunakan bahan baku lokal dan segar. 

Dukungan mitra juga turut memperkuat operasional. NUansa Umat Travelindo dan BMT NUansa Umat Jawa Timur sebagai mitra pendukung.

Kolaborasi itu dinilai membantu dalam hal edukasi gizi kepada orang tua siswa.

Ketua Yayasan Al-Jailani A. Ruhan menambahkan, evaluasi menu dilakukan setiap minggu bersama ahli gizi. Tujuannya agar tidak terjadi kebosanan dan anak tetap semangat makan di sekolah. ”Kami juga buka kanal @SPPG_CANDI di Instagram, Facebook, dan TikTok untuk transparansi menu setiap hari,” katanya.

Yayasan Al-Jailani menargetkan penambahan kapasitas produksi agar bisa menjangkau lebih banyak sekolah di Kecamatan Dungkek.

Menurut Ruhan, kunci keberhasilan MBG ada pada keberlanjutan dan kepercayaan masyarakat.

”Yang kami jaga adalah kualitas dan konsistensi. Kalau gizinya bagus, anak sehat, maka proses belajar juga akan maksimal. Itu investasi jangka panjang untuk Sumenep,” tutup Ruhan.

Distribusi menu MBG mulai dikirim sejak pukul 08.00 WIB ke sekolah-sekolah binaan.

Tim SPPG memastikan makanan tiba dalam kondisi hangat dan sesuai standar keamanan pangan yang ditetapkan BGN. (*/luq)

Editor : Amin Basiri
SPPG Yayasan Al-Jailani dungkek candi